STOP PRESS

Sabtu, 11 Februari 2012





Everything's so blurry
and everyone's so fake
and everybody's empty
and everything is so messed up
pre-occupied without you  
My whole world surrounds you
I stumble then I crawl

You could be my someone
you could be my scene
you know that i'll protect you
from all of the obscene
I wonder what you're doing
imagine where you are
there's oceans in between us
but that's not very far

Everyone is changing
there's noone left that's real
to make up your own ending
and let me know just how you feel
cause I am lost without you  
my whole world surrounds you
I stumble then I crawl

R.A Kartini : Muslim atau Theosofie?

Kamis, 09 Februari 2012



 Kartini sebagai seorang muslim

Menurut Prof. Ahmad Mansyur Suryanegara, seorang pakar Sejarah dari Universitas Pajajaran dalam bukunya “Api Sejarah” (2009), dari surat-suratnya yang dikenal dengan “Habis Gelap Timbullah Terang” dikisahkan bagaimana kekaguman Kartini kepada Al Qur’an. Kartini pernah menulis tentang kekagumannya terhadapan Kitab Suci muslim ini sebagaimana tertera pada suratnya kepada Ny. Abendanon tertanggal 15 Agustus 1902. “Alangkah bebal dan bodohnya kami, kami tidak melihat, tidak tahu bahwa sepanjang hidup ada gunung kekayaan disamping kami”. Ahmad Mansyur kemudian menyatakan bahwa Kartini menilai Al Qur’an sebagai gunung kekayaan yang telah lama ada disampingnya. Akibat pendidikan Barat, Al Qur’an menjadi terlupakan, namun setelah Tafsir Al Qur’an dibacanya, Kartini melihat Al Qur’an sebagai gunung agung hakikat kehidupan. Kartini tidak hanya ingin memahami dirinya sendiri, namun juga mempelopori kecerdasan terhadap anak bangsa. Sikap perjuangan Kartini agar kesetaraan pendidikan terhadap anak bangsa yang bukan dari Jawa, menurut Profesor Ahmad Mansyur, sangat dipengaruhi oleh ajaran Al Qur’an. Lingkungan kehidupan kabupaten Jepara merupakan medan persemaian tumbuh kembangnya ajaran Islam di kalangan Boepati yang berpikiran semaju sejalan dengan kaum muda.

Raden Ajeng Kartini



Dalam memandang Islam pun, menurut kacamata Prof. Mansyur Kartini termasuk yg cukup memliki nilai fundamentalistik. Melalui surat-suratnya, Kartini memberikan gambaran akan gagalnya agama Protestan sebagai agama penjajah Belanda. Demikian pula Katolik yang dikembangkan agama penjajah Portugis, sebelum penjajah Protestan Belanda datang. Kepada E.C Abendanon Kartini mengingatkan bahwa Zending Protestan jangan bekerja dengan mengibarkan panji-panji agama. Jangan mengajak orang Islam memeluk agama Nasrani. Hal ini akan membuat zending memandang penduduk Islam sebagai musuhnya. Dampaknya semua agama akan menjauhi zending. Kartini menolak ajakan Ny. Van Kol untuk berpindah agama menjadi Kristen. Agama Kristen dalam pandangan Kartini adalah agama penjajah. Hal itu dinilai akan merendahkan derajatnya. Pada tanggal 21 Juli 1902, secara halus Kartini mengatakan kepada Ny, Van Kol, “Yakinlah Nyonya, kami akan tetap memeluk agama kami yang sekarang ini”. Kartini kemudian mengingatkan Ny. Van Kol, tentang tekad mulianya yang akan tetap erjuang untuk menyadarkan Barat agar dapat bertoleransi terhadap agama Islam, “Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang agama kami Islam patut disukai”.

Kartini berjilbab (photoshop edited)



Pada surat itu juga Kartini menulis kepada Ny. Van Kol, ”Tiada Tuhan kecuali Allah! Kata kami umat Islam, dan bersama-sama kami semua yang beriman, kaum monotheis; Allah itu Tuhan, Pencipta Alam Semesta.” Itulah kira-kira paparan Prof. Ahmad Mansyur dan beberapa data lainnya dalam melihat Kartini sebagai pejuang Islam. Bahkan, dalam buku Prof Mansyur, bahasan mengenai Kartini masuk dalam sub bab berjudul ‘Peran Ulama dalam Gerakan Kebangkitan Kesadaran Nasional (1900-1242 M). Artinya Prof Mansyur bisa dikatakan mengakategorikan Kartini sebagai orang yang alim dalam Islam.

Kartini dan Pengaruh Theosofi

Sekalipun fakta-fakta kekaguman Kartini akan Islam dan nilai dalam Al Qur’an menjadi tidak terelakkan, fakta lain tentang pengaruh theosofi dalam pemikirannya juga menjadi catatan tersendiri yang mesti diungkap. Banyak Surat Kartini yang kontradiksi atau tidak sejalan terhadap pembelaannya kepada agama Islam. Menariknya ucapan kartini itu disampaikan pada tanggal yang sama pula di saat kekagumannya mengalir kepada Islam. Pada tanggal 15 Agustus 1902, Kartini mengirim Surat kepada Nyonya Abendanon yang bisa dikatakan memandang Islam sebagai agama ritual belaka ”Kami bernama orang Islam karena kami keturunan orang-orang Islam, dan kami adalah orang-orang Islam hanya pada sebutan belaka, tidak lebih. Tuhan, Allah, bagi kami adalah seruan, adalah seruan, adalah bunyi tanpa makna.” Selanjutnya pandangan teosofis Kartini juga terlihat pada surat yang dikirim ke Nyonya Abendanon tertanggal 14 Desember 1902, berarti empat bulan setelah ia menyatakan kekaguman akan Islam. “Sepanjang hemat kami, agama yang paling indah dan paling suci ialah Kasih Sayang. Dan untuk dapat hidup menurut perintah luhur ini, haruskah seorang mutlak menjadi Kristen? Orang Buddha, Brahma, Yahudi, Islam, bahkan orang kafir pun dapat hidup dengan kasih sayang yang murni.” (Surat kepada Ny Abendanon, 14 Desember 1902).

Kartini dan theosofie? (photoshop edited)



Juga suratnya kepada Ny. Andriani, tanggal 24 bulan September 1902 dan 5 Juli 1903
”Betapapun jalan-jalan yang kita lalui berbeda, tetapi kesemuanya menuju kepada satu tujuan yang sama, yaitu Kebaikan. Kita juga mengabdi kepada Kebaikan, yang tuan sebut Tuhan, dan kami sendiri menyebutnya Allah.” (Surat kepada Dr N Adriani, 24 September 1902). ”Tidak peduli agama apa yang dipeluk orang dan bangsa apa mereka itu. Jiwa mulia akan tetap mulia juga dan orang budiman akan budiman juga. Hamba Allah tetap dalam tiap-tiap agama, dalam tengah-tengah segala bangsa” (Surat kepada Dr N Adriani, 5 Juli 1903). Selanjutnya merujuk dari surat-surat “pluralisme” Kartini, Artawijaya dalam buku “Gerakan Theosofi di Indonesia” (2010) menjelaskan bagaimana keterlibatan Kartini dengan Theosofi. Meskipun tak ada pengakuan bahwa dirinya seorang theosof namun beberapa inti ajaran dan ritual theosofi seperti persamaan semua agama, mengabdi kepada “Kebaikan”, sebagai tujuan akhir (ultimate goal), serta ajaran tentang gaya hidup vegetarian yang juga banyak dilakukan anggota theosofi, itu semua diamalkan oleh Kartini. ”Orang yang tidak kami kenal secara pribadi hendak membuat kami mutlak penganut Theosofi, dia bersedia untuk memberi kami keterangan mengenai segala macam kegelapan di dalam pengetahuan itu. Orang lain yang juga tidak kami kenal menyatakan bahwa tanpa kami sadari sendiri, kami adalah penganut Theosofi.” (Surat Kepada Ny Abendanon, 24 Agustus 1902)

Belakangan jaringan theosofi di Indonesia juga mendirikan Kartini School (Sekolah Kartini) yang mulanya didirkan diBandung oleh seorang teosof bernama R. Musa dan kemudian menyebar di berbagai daerah di Jawa. Tercatat ada beberapa daerah yang berdiri Sekolah Kartini, yaitu Jatinegara (Jakarta), Semarang, Bogor, Madiuan (1914), Cirebon, Malang (1916), dan Inderamayu. Jadi, sisi theosofi Kartini juga adalah fakta sejarah yang suka tidak suka, tak bisa kita pungkiri.

Bagaimana Posisi Kartini?
Ada beberapa hal yang mesti kita lihat untuk menengahkan masalah dan dua jati di Kartini yang saling kontradiksi.

Pertama, kita harus meletakkan Kartini sebagai orang awam. Hal inilah yang sempat dinyatakan Tiar Anwar
Bachtiar, Kandidat Doktor Sejarah Universitas Indonesia, dalam wawancaranya dengan Eramuslim.com berjudul "Pakar Sejarah: Kesan Feminis Kartini Adalah Taktik Belanda", pada tanggal 20 April 2011.
Sebagai catatan, Kartini sejak umur 12 tahun banyak berdiam diri di rumah dan harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit. Oleh karenanya dalam masa “pencarian” itu, Kartini akan bertemu apa saja, siapa saja dan dimana saja, termasuk akhirnya Belanda. Secara psikologis, Kartini terombang-ambing untuk memenuhi dahaganya tentang arti sebuah agama. Kartini pun juga tidak memiliki fundamentasi Islam yang kuat. Lingkungan di sekitar Kartini cenderung merujuk kepada Isalm kejawen yang mencampurkan agama tauhid dengan sinkretisme.

Kedua, pengaruh Belanda. Ayah Kartini, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang bupati Jepara terkenal memiliki jaringan luas terhadap Belanda. Saat itu ada semcam prestise tersendiri di kalangan birokrat Nusantara saat memiliki persentuhan dengan bangsawan Belanda. Hal ini kemudian didukung suasana tempat belajar Kartini (sampai usia 12 tahun) di ELS (Europese Lagere School) dimana hampir semua gurunya orang Belanda. Pelajar di Sekolah Belanda dan gurunya sedikit banyak terlibat theosofi. Tidak hanya terpengaruh theosofi, Kartini juga terpengaruh pemikiran liberalisme dan feminis ekstrimis-nya Stella Zeehandelaar. Setelah mendekam di rumah, karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Disinilah faktor kolonialisme dimanfaatkan Belanda untuk “membentuk” Kartini.

Ketiga, terputusnya hubungan Kartini dengan Kiai Soleh Darat di Semarang. KH.Soleh Darat merupakan sosok ulama yang memilki andil besar terhadap Kartini di akhir-akhir hidupnya. Kiai Soleh Darat adalah guru dari ulama-ulama’ yang mendirikan NU dan Muhammadiyyah, seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH Mahfuzd (pendiri Ponpes Termas, Pacitan), KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), dan lain sebagainya. Dengan Kiai Soleh Darat, Kartini bagai bertemu cahaya yang mengantarkannya ke pemikrian Islam yang sesungguhnya. Suaminya pun, seorang Bupati Rembang, termasuk santri yang agak senang mengaji. Namun sayang pertemuan Kartini dengan Kiai Soleh Darat, tidak berlangsung lama. Kiai Soleh Darat meninggal pada tahun itu juga, menyusul Kartini pada satu tahun berikutnya. Namun sampa detik ini, belum ada fakta sejarah yang menceritakan bahwa Kartini menarik ucapan-ucapanya terkait theosofi. Atau mungkin belum sempat menariknya. Tapi yg jelas pembelaan Kartini terhadap agama itu nyata, namun pembelaan Kartini terhadap nilai-nilai Theosofie juga nyata. Jadi apakah Kartini pengidap kepribadian ganda? Atau Kartini adalah orang yg sedang mencari jalan kebenaran dan jika ini benar, manakah yang akrinya ia pilih? Agama atau theosofie? Masih belum jelas.

sosok dajjal/the antichrist pada peradaban dunia. chapter 1 : epik Horus versus Seth di Mesir kuno

Kamis, 12 Januari 2012


Sekarang gw mau nulis tentang Sejarah Dajjal/antichrist…. Lengkap tentang sepak terjang ni makhluk dari zaman dulu sampai ntar…jadi lo yang baca ngeh tentang alur cerita si dajjal ini… dan tau akan bahaya yang bisa ditimbulkannya…

Kata kunci gw adalah…. Dajjal adalah “sosok yang tidak asing pada sejarah peradaban dunia dari era kuno sampai modern”

Sepak terjang Dajjal di Mesir kuno
perhatikan seksama. ntar gw terangin korelasinya dengan dajjal di chapter terakhir

Dajjal selama ini diidentikkan dengan Horus The Sun God yaitu salah seorang anak Firaun semasa zaman Mesir purba. Salah satu epik terkenal dalam sejarah Horus adalah pertarungannya dengan Storm God bernama Seth. Dalam epik tersebut, Seth digambarkan sebagai seorang yang jahat dan haus akan kekuasaan, dan Horus digambarkan juga sebagai seorang pemimpin yang baik dan ingin membebaskan sebagian besar orang Mesir dari kekejaman Seth.

Gambar Seth


Peperangan tersebut menjadi satu perang besar antara angkatan kerjasama Horus, Thoth dan Ra dalam menentang Seth dengan angkatan besarnya di daerah Nubia. Horus diceritakan mati-matian menentang Seth demi membebaskan orang Mesir dari kekejaman Seth. Horus juga diceritakan membalas dendam terhadap kematian kakanya, Osiris yang mati dibunuh Seth. Dalam pertarungan itu, Horus menggunakan pengetahuan sihirnya dengan bantuan Thoth. Gabungan sihir Thoth dan Horus juga diceritakan telah menukar bentuk Horus kepada energi matahari dalam pertarungan yang penuh dengan daya magis itu. Seth yang ketakutan kemudian lari ke arah Sungai Nil dan menggunakan sihir untuk menyerupai dan bersembunyi.

Kemudian, Horus The Sun God diceritakan terus mengejar dan ketika tiba di tebing Sungai Nil, dia telah diserang oleh buaya (Seth) tadi sehingga sebelah matanya buta, kemudian diberi gelar One-Eyed Sun God. Akibat serangan itu, Horus menjadi sedikit lemah dan ia menjadi peluang Seth untuk menyusun strategi menyelamatkan diri sebelum kedatangan Ra dan Thoth ke tebing sungai itu. Setelah beberapa tahun sejak peperangan itu, diceritakan Seth tidak muncul lagi dan orang-orang Mesir yang menjadi mangsa kekejaman Seth telah dibebaskan oleh Horus dengan restu Ra. Namun Horus terus menjadi sasaran Seth dalam diam dan mulai mempelajari sihir baru untuk mengalahkan Horus.

Gambar Horus


Seth pada suatu malam diceritakan telah mengenakan sihir yang mengubah wajah Horus menjadi serupa wajahnya. Dikarenakan sihir itu, Horus kelihatan seperti Seth dan Seth kelihatan seperti Horus. Dalam keadaan itu, Horus yang kelihatan seperti Seth telah diperintahkan ditangkap oleh Ra. Selepas ditangkap, Ra menetapkan bahawa Seth (sebenarnya Horus) dijatuhkan hukuman salib???? (sorry di epic yang berasal dari mesir kuno ini memang tertulis hukumannya disalib… gak bermaksud SARA)

Selama disalib dan ditikam sehingga mengeluarkan darah, diceritakan wajah Horus perlahan-lahan kembali ke bentuk semula ketika matahari terbit dan tidak lagi kelihatan seperti Seth. Saat matahari mula cerah, Horus yang sudah sadar menjerit dengan kuat bahawa DIA AKAN KEMBALI PADA AKHIR ZAMAN untuk membebaskan manusia, menyatukan Afrika dan Timur Tengah (salah satu New World Order?) dan terus memburu Seth untuk membalas dendam. Setelah itu, Horus mati dan diceritakan jasadnya diangkat ke matahari untuk bersemayam di sana sambil memerhati semua manusia sementara menunggu masa yang sesuai untuk kembali ke bumi.
Sumber : Ancient Egyptian Myth & Book of the Deads…..

sebagai bentuk penghormatan pada Horus yang udah kehilangan satu matanya ketika melawan Seth, maka Horus diberi gelar "Dewa mata satu". ni gambar tentang gelar Horus sebagai Dewa mata satu


Dan hey.... Horus itu bukan sekedar mitologi.... pertemperuan Horus versus Seth adalah pertempuran yang menggambarkan penyatuan Mesir hulu dan mesir hilir menjadi satu kerjaan mesir kuno dengan rajanya yang kita kenal sebagai fir'aun pertama yakni menes. FYI..Horus itu dewa pelindung mesir hulu sedangkan Seth dewa pelindung mesir hilir. hemm seputar king menes ini masih diliputi kontroversi yang menyertainya... kenapa? karena waktu pasti pemerintahan menes tidak diketahui.. bahkan belakangan sejarawan mulai menyusun argumentasi bahwa menes dan narmer adalah orang yang sama (siapa itu "narmer"? narmer adalah penguasa mesir hulu sebelum kemudian bersatu dengan mesir hilir). setelah menang...narmer kemudian "merubah nama" menjadi Menes.. dan setelah 62 tahun memerintah Mesir...fir'aun ini kemudian wafat karena sebab yang tidak jelas... tewas di bunuh kuda nil.. dan secara mengejutkan pemerintahan mesir kuno dipegang oleh Hor-aha /Hor-Aka... Hor-Aka sebenarnya adalah nama julukan... arti kata Hor-Aka adalah "Horus dari Alang-alang". nah masalahnya ternyata penelitian terbaru menunjukkan Hor-Aka juga orang yang sama dengan Menes..coba dah baca bukunya Jacques Kinnaer yang judulnya What is really known About the narmer palette? ini buku penelitian arkeologi kontemporer yang menyelidiki kejanggalan-kejanggalan dan kemungkinan personal yang sama pada pribadi narmer-menes-hor aka. jika personal mereka sama...siapakah dia sang pendiri Mesir kuno? artefak mesir kuno sudah menjawabnya bahwa pendiri mesir adalah Dewa Horus.. (kebaca kan? berarti si menes/narmer/hor-aka yang luar biasa telah dapat menyatukan Mesir hingga ia mengaku sebagai tuhan! sang Dewa Horus).

(kiri) narmer (tengah) menes(kanan) hor-aka..lo perhatiin dah sebenarnya muka mereka sebenarnya mirip?



ngomong-ngomong soal Dewa Horus...dia ini dikenal sebagai Dewa yang memberikan pengetahuan yang tinggi kepada rakyat Mesir kuno. kalo gak percaya coba dah berkunjung ke kuil sang Dewa Horus yang ada di Edfu... lo bakal tercenggang karena struktur bangunan kuil ini rapi bener dan sangat bernuansa modern... secara ini kuil mirip banget ma CPU Komputer..(serius...bukan gw yang bilang mirip CPU tapi arkeolog terkenal Richard Hoagland... dalam tayangan tv FOX dengan edisi "menguak kuburan yang hilang" tahun 1999. Bagian paling penting dari Kuil Horus, ujung sebelah Timur, memiliki struktur yang serupa dengan bagian dalam CPU. Bagian yang lebih kecil terdiri dari ruang yang mengelilingi Aula/Hall, disebut Vestibule dan area aula itu dinamakan Naos, dalam tradisi Mesir kuno adalah ruangan/bagian paling penting dari sebuah Kuil, dan di situ terdapat patung dewa Horus. Ruangan itu mengelilingi Ruangan bagian Timur dan menjadi tempat untuk menyimpan benda-benda atau informasi, mungkin digunakan dalam ritual. Di dalam CPU, segmen yang dikenal sebagai register melaksanakan tugas menyimpan informasi untuk diproses kemudian.

Ruang bagian dalam berikutnya adalah Vestibulum, yang didefinisikan dalam kamus Webster’s Dictionary sebagai “tempat pelatihan untuk mengakses sesuatu yang baru” Dalam hal serupa, dalam perhitungan aritmetik dan logika bagian itu adalah bagian sebuah CPU yang merupakan bagian luar dari sebuah mikroprosesor yang mengakses ke area utama disebut Control Unit. Naos, adalah pusat dari kuil dan secara simbolis merupakan ruang kontrol dan ruangan untuk melakukan semua ritual dan tradisi bersama. Dalam fungsi yang sama, Control Unit adalah pusat kontrol dari CPU dan bekerja bersama-sama dengan semua bagian lain dari sebuah mikroprosesor. Sebelah kanan bawah dari bagian dalam adalah tempat suci dan dalam/daerah CPU adalah dua bagian kecil yang menyerupai miniatur chip sirkuit terintegrasi yang digunakan dalam sistem komputer sebagai clock bagi CPU.

Di pintu masuk ke bagian dalam kuil Horus adalah sebuah daerah yang disebut “Ruang Persembahan” yang merupakan lorong, yang berisi bagian menuju ruang “Second Hypostyle” . Dalam Cache CPU berisi data yang harus dibawa dari luar, terutama dari komponen berikutnya dari sebuah komputer, chip BIOS. Kata “Hypostyle” dalam kamus Webster didefinisikan sebagai “sebuah penutup pada deretan kolom” Jika Anda perhatikan, setiap chip Sirkuit Terpadu, termasuk chip BIOS terlihat seperti penutup yang bertumpu pada deretan Circuit Chips.

Chip BIOS berfungsi “boot up” CPU untuk memastikan bahwa semua lampiran tersebut pada tempatnya, transfer kontrol ke BIOS dan load program yang akan digunakan ke dalam Random Access Memory (RAM). Dalam arti yang sama, ruangan “Second Hypostyle” adalah tempat berkumpul untuk melakukan ritual yang harus dijalankan untuk “menyembah dewa” sementara ruang lain yang berada pada lorong kuil ini adalah untuk melakukan ritual “penyembahan dewa” dan ritual akan segera dilakukan dan digunakan dalam tradisi perayaan ritual bagi mereka yang ada di sebelah luar “hypostyle” yang sifatnya sementara.

RAM / HYPOSTLE HALL

Random Access Memory adalah memori jangka pendek yang digunakan untuk menyimpan sementara program yang akan digunakan oleh komputer. Dalam kasus kuil tadi, “komputer” adalah Peradaban Mesir dan “program” adalah sebuah perayaan yang diadakan di luar ruang bagi mereka hypostyle tidak memenuhi syarat atau diharuskan untuk berada di dalam tempat kudus atau bersifat anggota sementara.

Courtyard / A CO-PROCESSOR SOCKET

Halaman terbuka dari kuil ini memiliki beberapa pilar sekitarnya di dinding pada tiga sisinya. A soket yang digunakan untuk menahan seorang co-prosesor chip (atau Floating Point Unit) pada motherboard komputer akan menjadi logis bila dibandingkan dengan bagian ini, jika “pilar” ditafsirkan sebagai “lubang” dan daerah terbuka adalah daerah hampa dari “soket”.

ni gw kasih gambar-gambar kuil Horus dan persamaanya dengan CPU Komputer...kalo mau ngatain gambar-gambar dibawah ini adalah hoax...katain dah tuh fox TV... berani gak lo?

gambar 1



gambar 2





gambar 3




gambar 4



gambar 5



sssst..... gambar Menes a.k.a Horus ada di gedung mahkamah Agung Amerika Serikat loh...

kesimpulannya..Horus adalah sosok pendiri Mesir kuno dan pemberi Mesir kuno pengetahuan yang luar biasa...peninggalan teknologi Mesir gak cuma di kuil Horus semata melainkan hampir diseluruh artefak dan bangunan peninggalan Mesir kuno, seperti pyramid,spinx,obelisk, dsb. siapakah Horus sebenarnya????  dan Horus dipercaya oleh rakyat Mesir kuno akan kembali di akhir zaman

well….Lambang Horus ini banyak digunakan dalam pertubuhan-pertubuhan rahasia Dajal, antaranya Freemason dan Illuminati. Siapakah Horus yang akan kembali ini seperti yang dipercayai masyarakat mesir purba ? baca chapter-chapter lanjutannya….

Bangsa Jepang adalah keturunan suku Yahudi yang hilang??

Jumat, 16 Desember 2011

 Dua peneliti sejarah Jepang-Yahudi yakni Pendeta Arimasa Kubo dan Joseph Eidelberg mengatakan bahwa walau antara   Jepang dan Yahudi kelihatannya beda, tapi ternyata memiliki banyak kesamaan dalam tradisi kunonya, bahkan diyakini masih satu hubungan darah! wow

gambar ini bukan hoax loh.... believe it or not


Yang pertama bernama Arimasa Kubo. Dia merupakan orang Jepang asli yang dilahirkan di kota Itami di Hyogo tahun 1955 dan lulus dari Tokyo Bible Seminary pada tahun 1982. Di usia ke -22 tahun Arimasa Kubo telah mendapat kepercayaan untuk memimpin majalah penginjilan Remnant dan melakukan pelayanan di Gereja Tokyo selama enam tahun. Saat ini, Pendeta Arimasa Kubo memimpin Remnant Publishing dan pengajar tetap di Bible and Japan Forum. Arimasa Kubo melakukan penelitian mendalam atas tradisi asli bangsa Jepang dan Yahudi. Dia menemukan banyak kemiripan antara keduanya hingga meyakini jika leluhur bangsa Jepang sebenarnya masih berdarah Yahudi dari suku yang hilang. Hasil penelitiannya ini dituangkan dalam banyak artikel dan buku. Salah satunya buku berjudul “Israelites Came o Ancient Japan”.

Sedangkan yang kedua, Joseph Eidelberg yang merupakan peneliti berdarah Yahudi yang menulis buku “The Biblical Hebrew Origin of the Japanese People”. Di bawah ini Kami paparkan sebagian kecil kemiripan antara tradisi kuno bangsa Jepang dengan tradisi kuno bangsa Yahudi atau Bani Israel yang berasal dari buku Pendeta Arimasa Kubo tersebut. Ontohsai dan Kisah Ishaq Salah satu kesamaan antara tradisi kuno bangsa Jepang dengan Yahudi terdapat dalam upacara tradisional.

Ada sebuah festival atau upacara di Jepang yang mengilustrasikan kisah Ishaq. Di prefektur Nagano, Jepang, terdapat sebuah kuil besar Shinto bernama “Suwa-Taisha”. Shinto sendiri merupakan agama tradisional asli Jepang yang menyembah Amaterasu, Dewa Matahari, sama seperti bangsa Mesir kuno yang menyembah Dewa Ra, Dewa Matahari. Setiap tanggal 15 April, di Suwa-Taisha diadakan festival tradisional bernama “Ontohsai”. Festival ini menggambarkan kisah Ishaq seperti yang terdapat dalam Bab 22 Kitab Kejadian (Genesis), yaitu kisah mengenai Ibrahim yang hendak mengorbankan putranya sendiri, Ishaq. Festival “Ontohsai” ini diselenggarakan sejak zaman dahulu kala dan dianggap sebagai festival terpenting di “Suwa-Taisha”. Di sebelah kuil “Suwa-Taisha”, ada sebuah gunung bernama Gunung Moriya (dalam bahasa Jepang disebut “Moriya-san”). Penduduk di wilayah Suwa memanggil dewa Gunung Moriya dengan sebutan “Moriya no kami”, yang berarti “dewa Moriya”. Pada festival tersebut, seorang anak laki-laki diikatkan dengan tali pada sebuah pilar kayu, lalu ditempatkan di atas tikar bambu. Seorang pendeta Shinto menghampiri sang anak sambil menyiapkan sebilah pisau. Sebelum pisau itu diayunkan, tiba-tiba datang seorang pembawa pesan yang kemudian membebaskan anak lelaki itu dari ritual korban. Hal ini tentu saja mengingatkan kita pada kisah ketika Ishaq dibebaskan setelah malaikat datang pada Ibrahim. Ritual serupa juga terdapat dalam tradisi umat Islam yang dikenal dengan Iedul Adha, hanya dalam Islam yang akan dikorbankan oleh nabi Ibrahim adalah Ismail bukan Ishaq seperti pemahaman umat kristiani.

tradisi "ontohsai" di Jepang mirip loh ma keyakinan penyembelihan anak abraham di Agama Yahudi



Hanya saja, di Jepang, pada festival ini yang dikorbankan adalah 75 ekor rusa, yang satu di antaranya diyakini cacat kupingnya. Rusa ini dipercaya telah dipersiapkan oleh tuhan. Hal ini mungkin ada kaitannya dengan biri-biri jantan yang dipersiapkan tuhan dan kemudian dikorbankan setelah Ishaq bebas. Namun di zaman dahulu, penduduk berpikir bahwa kebiasaan pengorbanan rusa ini adalah hal yang aneh, sebab pengorbanan binatang bukanlah sebuah tradisi Shintoisme. Penduduk menyebut festival ini sebagai “festival untuk dewa Misakuchi”. “Misakuchi” mungkin berasal dari “mi-isaku-chi”. “Mi” berarti “besar”, “isaku” mungkin saja “Ishaq” (dalam bahasa Hebrew adalah “Yitzhak”), dan “chi” adalah sesuatu (semacam partikel-pen) yang dipakai untuk akhir suatu kata. Tampaknya penduduk Suwa menjadikan Ishaq sebagai dewa, mungkin karena pengaruh dari para kaum pagan. Kini upacara pengorbanan anak laki-laki dan pembebasannya tersebut tak lagi dipraktekkan, tapi kita di sana masih bisa melihat pilar kayu yang disebut “oniye-basira” yang berarti “pilar pengorbanan” (sacrifice-pillar). Kini penduduk menggunakan hewan tiruan sebagai pengganti bintang asli dalam melaksanakan pengorbanan. Bagi rakyat di zaman Meiji, lebih kurang satu abad silam, mengikat seorang anak laki-laki yang diikuti dengan pengorbanan binatang dianggap sebagai perbuatan biadab, dan kebiasaan tersebut dihentikan. Tapi festival itu sendiri hingga hari itu masih berlangsung. Upacara pengorbanan anak laki-laki tersebut dipertahankan hingga permulaan zaman Meiji. Masumi Sugae, seorang terpelajar Jepang dan pencatat perjalanan yang hidup di zaman Edo, lebih kurang dua abad silam, menuliskan catatan perjalanannya dan mencatat apa yang ia lihat di Suwa.

Catatan ini memperlihatkan keterangan detail mengenai “Ontohsai”. Catatan ini mengatakan bahwa upacara pengorbanan anak laki-laki dan pembebasannya tersebut, serta pengorbanan binatang, masih berlangsung pada zaman Sugae. Catatan Sugae ini tersimpan di museum dekat Suwa-Taisha. Festival ini dipertahankan oleh keluarga Moriya sejak zaman dahulu kala. Keluarga Moriya berpikir bahwa “Moriya-no-kami” (dewa Moriya) adalah dewa leluhur mereka. Dan mereka berpikir bahwa “Gunung Moriya” adalah tempat suci mereka. Nama “Moriya” mungkin berasal dari “Moriah” (dalam bahasa Hebrew adalah “Moriyyah”) yang juga terdapat dalam Injil kitab Kejadian 22: 2. Keluarga Moriya menyelenggarakan festival tersebut selama 78 generasi. Fleur du Herod Jika kita mendatangi Imperial House of Japan, di bagian atas akan kita jumpai simbol bunga matahari dengan 16 daun bunga. Simbol bunga ini sama persis dengan simbol bunga matahari yang ada di depan Kuil Herod, gerbang Yerusalem. Kedua hiasan ini telah ada sejak zaman yang sangat lampau, baik yang ada di Jepang maupun yang ada di Herod.

lambang bunga matahari 16 daun jepang mirip ma lambang bunga matahari Yahudi di gerbang Herod loh


Simbol Bintang David sebagai simbol kuno bangsa Yahudi juga bertebaran di Ise-jingu, kuil Shinto untuk Imperial House of Japan. Ise-jingu di prefektur Mie, Jepang, merupakan sebuah kuil Shinto yang dibangun untuk Imperial House of Japan. Pada kedua sisi jalan menuju kuil tersebut terdapat lampu-lampu yang terbuat dari batu. Di setiap lampu terdapat ukiran bintang david, dekat bagian puncaknya. Hiasan yang digunakan di bagian dala m kuil di Ise-jingu juga bintang david. Ini telah ada sejak zaman kuno. Di prefektur Kyoto, ada kuil “Manai-Jinja”, sebuah Kuil Ise-jingu asli. Bentuk bintang david juga berserak di kuil ini. Sinagog-sinagog bangsa Yahudi yang tersebar di Eropa sejak zaman dulu juga mengukir hiasannya dengan bentuk bintang david, sama seperti yang ada di Jepang. Yamabusi dan Phylactery Para pemimpin religi Jepang disebut “Yamabushi”. Dalam pakaian kebesarannya, mereka lazim meletakkan sebuah kotak hitam pada dahi mereka. Ini sama dengan kaum Yahudi yang meletakkan Phylactery (kotak kecil berbahan kulit yang memuat teks-teks Ibrani) juga di dahi. Yamabushi adalah pemimpin keagamaan yang sedang dalam masa latihan dan hanya ada di Jepang. Mereka kini dianggap sebagai bagian dari Budhisme Jepang, namun anehnya Budhisme di Cina, Korea, atau India, tidak memiliki kebiasaan ini.

tradisi niup terompet Jepang ma Yahudi.... mirip


Kebiasaan “Yamabushi” telah ada di Jepang sebelum Budhisme masuk ke Jepang pada abad ke-7. Pakaian yang dikenakan “Yamabushi” pada dasarnya berwarna putih. Di dahinya, mereka meletakkan sebuah boks kecil berwarna hitam yang disebut “tokin”, yang diikatkan ke kepalanya dengan tali hitam. Mereka benar-benar menyerupai Yahudi yang meletakkan phylactery (kotak hitam) di dahi dengan menggunakan tali hitam. Ukuran “tokin” ini hampir sama dengan ukuran phylactery milik kaum Yahudi. Tapi “tokin” berbentuk bundar dan terlihat seperti bunga. Hanya ada dua bangsa di dunia ini yang meletakkan sebuah kotak di dahi, yakni Israel dan Jepang. Shofar, terompet Yahudi Selain mengenakan kotak di dahi, Yamabusi juga biasa menggunakan kerang laut berukuran besar berbentuk mirip dengan tanduk yang digunakan dengan cara ditiup untuk ritual-ritual keagamaan. Hal ini sangat mirip dengan kaum Yahudi yang meniup shofar, tanduk biri-biri jantan. Suara yang dihasilkan Yamabusi serupa dengan suara shofar. Bisa jadi, karena di Jepang tidak ada biri-biri, maka mereka menggunakan kerang berukuran besar.

Keyakinan lain dari Yamabusi adalah menganggap gunung sebagai tempat suci mereka. Ini sama dengan kepercayaan bangsa Yahudi yang menganggap gunung juga tempat suci mereka. Sepuluh Perintah Tuhan (Taurat) diturunkan di Gunung Sinai dan Yerusalem juga adalah kota yang berada di atas gunung. Torah dan Tora-No-Maki Di Jepang ada legenda mengenai “tengu”. Dia tinggal di gunung dan memiliki bentuk tubuh yang sama dengan “Yamabushi”. Ia memiliki kemampuan supernatural. Ninja atau mata-mata di zaman kuno yang bekerja untuk tuannya, sering mendatangi “tengu” di gunung untuk mendapatkan kemampuan supernatural darinya. Setelah memberikan kekuatan, “Tengu” memberi “Ninja” sebuah “tora-no-maki” (gulungan “tora”). “Gulungan tora” ini dianggap sebagai “kitab suci” yang berguna dalam setiap masalah. Sampai sekarang orang Jepang masih menggunakan kitab ini dalam keseharian. Tota-No-Maki amat mirip dengan nama “Torah” atau Taurat. Omikoshi dan Tabut Perjanjian Omikoshi di Jepang juga mirip dengan Ark of the Covenant (Tabut Perjanjian). Dalam Bibel, tertulis bahwa Daud atau David membawa tabut perjanjian dari Tuhan ke Yerusalem. “David dan para sesepuh Israel serta para komandan unit yang berjumlah ribuan pergi membawa tabut perjanjian TUHAN dari rumah Obed-Edom, dengan penuh kegembiraan. …Lalu David yang berpakaian jubah yang terbuat dari linen halus—begitu pula para Levites yang sedang membawa tabut, serta para penyanyi, dan Keniah, yang bertugas menyanyikan paduan suara. David juga mengenakan ephod dari linen.

Jadi semua Israel membawa tabut perjanjian TUHAN sambil bersorak-sorai, dengan membunyikan tanduk biri-biri jantan dan terompet, dan simbal, serta memainkan lyre (instrumen bersenar yang berbentuk U, digunakan di zaman kuno-pen) dan harpa.” (15: 25-28) Coba bandingkan dengan Omikoshi di Jepang. Ketika orang-orang Jepang mengangkut ‘Omikoshi’ yang bentuknya juga mirip dengan Tabut Perjanjian di saat festival, orang-orang Jepang juga bernyanyi dan menari di depannya, juga sambil bersorak-sorai, dengan memainkan alat-alat musik tradisional musik. Bukankah semua ini juga mirip dengan tradisi bangsa Yahudi? Orang-orang Jepang mengangkut Omikoshi di atas pundak mereka dengan tiang – biasanya dua tiang. Begitu pula halnya dengan bangsa Yahudi, “Para Levites mengangkut tabut Tuhan dengan tiang di pundak mereka, seperti yang diperintahkan Musa berdasarkan firman TUHAN.” (Kejadian 1 15:15). Tabut perjanjian Israel memiliki dua tiang (Eksodus 25: 10-15). Bibel juga mengatakan bahwa tiang-tiang tersebut diikatkan pada tabut oleh empat cincin “pada keempat kakinya” (Eksodus 25:12). Jadi tiang-tiang tersebut dilekatkan pada dasar tabut. Ini sama dengan Omikoshi. Tabut Israel memiliki dua patung cherubim (malaikat urutan kedua pada hirarki surga) berbahan emas pada bagian puncaknya. Cherubim, mahluk surga atau malaikat bersayap seperti burung.

Dan Omikoshi juga memiliki burung emas, yang disebut “Ho-oh”, pada bagian puncaknya, yang merupakan burung khayalan dan makhluk surga yang misterius. Tabut bangsa Yahudi seluruhnya dilapisi emas, sama dengan Omikoshi. Ukuranya juga sama, demikian pula tarian yang mengiringinya. Dalam festival “Gion-jinja” di kuil Shinto di Kyoto, orang-orang mengangkut Omikoshi lalu masuk ke dalam air dan menyeberangi sungai. Bukankah ini mirip dengan tradis Yahudi yang mengangkut tabut ketika menyeberangi sungai Jordan setelah melakukan eksodus dari Mesir? Di sebuah pulau di Laut Inland, Seto, Jepang, orang-orang terpilih sebagai pengangkut Omikoshi tinggal bersama di sebuah rumah selama satu minggu sebelum mereka bekerja. Ini untuk mencegah pencemaran pada diri mereka. Selanjutnya, pada hari sebelum mengangkut Omikoshi, mereka mandi dalam air laut untuk menyucikan diri. Ini sama dengan kebiasaan Yahudi, “Demikianlah para pendeta dan Levites menyucikan diri mereka untuk membawa tabut Tuhan Israel.” (Kejadian 1 15:14) Bibel mengatakan bahwa setelah tabut memasuki Yerusalem dan barisan berhenti; “David membagikan sepotong roti, sepotong daging, dan sepotong kue kismis, kepada setiap orang Israel, baik laki-laki maupun perempuan” (Kejadian 1 16:3).

Ini sama dengan kebiasaan di Jepang. Di Jepang, setelah festival selesai, gula-gula dibagikan kepada setiap orang. Garam Orang Jepang memiliki kebiasaan menggunakan garam untuk ritual penyucian. Penduduk terkadang menaburkan garam setelah orang jahat beranjak pergi. Tradisi ini serupa dengan Israel kuno. Alkisah, setelah Abimelech merebut kota musuh, “ia menaburinya dengan garam” (Para Hakim 9:45). Orang Jepang dapat cepat memahami bahwa ini sama artinya dengan membersihkan dan menyucikan kota. Ketika orang Yahudi menempati rumah baru, mereka menaburinya dengan garam untuk menyucikan dan membersihkannya. Ini sama dengan orang Jepang. Di restoran khas Jepang, garam biasanya diletakkan di dekat pintu masuk. Orang Jepang juga meletakkan garam di pintu masuk pemakaman. Setelah kembali dari pemakaman, seseorang harus menaburkan garam kepada seseorang yang lain sebelum ia (orang yang ditaburi garam) memasuki rumahnya, karena dalam agama Shinto terdapat anggapan bahwa semua orang yang pergi ke pemakaman atau menyentuh mayat menjadi tidak bersih.

Demikian pula dengan bangsa Yahudi. Sumo atau pegulat tradisional Jepang biasa menaburi ringnya dengan garam sebelum mereka bertarung. Sumo dalam kepercayaan Jeang merupakan satu persembahan. Ini serupa dengan kebiasaan yang dilakukan bangsa Yahudi sebagaimana Bibel mengatakan, “Saat kau melakukan persembahan, kau harus mempersembahkan garam” (Leviticus 2:13). Tradisi kuo Jepang biasa memasukkan garam ke air saat mandi pertama bayi. Demikian pula dengan orang Yahudi yang lazim membasuh bayi yang baru lahir dengan air setelah menggosok sang bayi dengan garam secara lembut (Ezekiel 16:4). Penyucian dan pembersihan dengan menggunakan garam merupakan kebiasaan umum yang terdapat dalam tradisi Jepang dan Yahudi.  

Assasin : Ninja Arab pembunuh profesional

Kamis, 15 Desember 2011

Pernah denger tentang Assasin? Mungkin buat lo yang maniak game ada tuh game assassin. Ya selama ini kita tau kalau assassin itu pembunuh bayaran yang keren. Iya kan? Tapi gak banyak dari kita yang tau kalau sebenarnya assassin itu bukan imajinasi macem serial naruto melainkan kisah nyata. Assasin itu para “ninja” dari Arab yang banyak membunuh para penjabat kerajaan di Arab tempo dulu. Saking terkenalnya kemampuan assassin sampai Eropa pun mengadopsi Assasin ini jadi perbincangan hangat di dataran biru itu bahkan jadi kosa kata baru dalam bahasa Inggris sampai sekarang ( dalam bahasa Inggris, Assasin : perampok, pembunuh). Ya… sampai sekarang.

visualisasi assassin... creed assassin



Apa Assasin itu?

Assasin adalah sebuah gerakan poltik yang memiliki kemampuan khusus dalam membunuh dan menyelinap. Didirikan oleh Hasan bin Shabah. Pemikiran mereka mirip dengan sekte Isma’iliyah Fathimiyah Masyriqiyah. Mereka juga percaya tentang doktrian messianic. Target mereka kebanyakan pejabat-pejabat yang gak sepaham dengan mereka, terutama dari golongan sunni. Assasin berasal dari kata ‘Hasyasyin’ dari kata ‘Hasyisy’ yang artinya ganja.

Hasan bin shabah... pendiri assassin

Gimana seh sepak terjang Assasin?

Zaman dulu, ada golongan dari Islam yang ogah tunduk ke kekuasaan Abbasiyah di Baghdad dan mereka lebih memilih jadi rebellion . Tapi mereka bukan kaum rebellion sembarangan kayak anak punk yang nongkrong di jalan-jalan, tapi mereka bikin diri mereka jadi kaum yang punya teknik membunuh yang hebat dan memberontak ke kekuasaan Abbasiyah. Yang mendirikan Assasin ini namanya Hasan bin Shabah. Hasan bin Shabah ini punya pemikiran yang beda dengan orang Islam kebayakan. Dia, percaya kalau sebenarnya yang sah berkuasa itu bukan raja-raja dinasti Abbasiyah tapi keturunan Ali bin Abi Thalib (menantu Muhammad SAW). Dia percaya kalau sebentar lagi Imam Al-Mahdi yang kalau dalam ajaran Islam itu sang penolong Umat Islam di akhir zaman bentar lagi akan datang ( kenyataannya sampai sekarang aja belum datang, padahal kan kalau Al-Mahdi udah datang, era kebebasan dajjal dari biara merah Khurasan akan tiba. Berarti pemikiran hasan bin Shabah itu ngaco). Karena itu dia percaya kalau kiamat udah makin dekat. Trus, Hasan Bin Shabah ini pergi ke benteng Alamaut di Iran sekarang dan dia mulai merekrut pasukan-pasukan yang bakal dia bentuk jadi ninja. Pasukan-pasukan ini kebayakan dari orang-orang melarat yang begah dengan pejabat-pejabat yang kaya raya. Pas udah jadi, pasukan ini dikasih nama Hasyasyin, oleh orang barat dipanggil assassin.

Kenapa dikasih nama Hasyasyin? Sebenarnya kata Hasyasyin ini asalnya dari kata Hasisy yang artinya ganja. Ya karena assassin ini hobi banget nyimeng. Lo tau lah… kursus membunuh itu berat banget apalagi mereka itu bakal dibentuk jadi pasukan elit yang harus bisa membunuh dengan rapi, efisien, dan kabur dengan cepat. Makanya mereka kalau abis latihan mereka pada nyimeng. Pas lagi nyimeng itulah mereka ngerasa lagi ada di surga yang dikelilingi oleh bidadari-bidadari padahal kenyataannya mereka ada di goa, dan yang mereka liat bidadari itu sebenarnya tawanan-tawanan wanita yang mereka taruh di goa, ya walau tawanan mereka itu juga cantik-cantik. Dasar.

gambar assassin


Nah senjata utama mereka itu pisau arab yang namanya ‘khanjar’. Mereka jago manjat gedung, menara, masjid, istana, dan punya kemampuan menyusup yang hebat. Nah, di bawah perintah Hasan bjn Shabah, assassin dikirim ke daerah-daerah yang banyak pejabat yang mau mereka bunuh. Hasilnya, banyak pejabat yang mati di jalan raya, atau dalam istanya dengan tidak diketahui oleh orang-orang sekitarnya siapa yang membunuhnya. Teror Assasin ini bikin dua Negara, yakni Abbasiyah dan Turki Seljuk yang gede banget itu mencekam. Akhirnya setelah dilakukan penyelidikan-penyelidikan, Sultan Sanjar tau kalau Assasin itu pasukan pembunuh dari Hasan Bin Shabah dan markas mereka itu di benteng Alamaut ( btw ni benteng tempatnya di puncak gitu kayak kastil). Nah akhirnya si sultan ini memerintahkan pasukannya menyerang benteng Alamaut ini. Udah berkali-kali nyerang tapi pasukan sang sultan gak berhasil juga mengalahkan assassin di benteng Alamaut karena secara individu, skill pasukan sultan dan para Assasin itu jauh banget. Jelas para Assasin lebih hebat kemampuannya.

Sampai pada suatu saat ketika sang sultan tidur di kemahnya ketika dalam misi menyerbu benteng Alamaut untuk yang kesekian kali, dia kaget pas bangun dari tidur. Dia mendapati sebuah khanjar telah menancap di kasur dekat jantungnya, dan pada gagang Khanjar itu ada secarik kertas yang isinya “Jangan diteruskan peperangan ini. Karena kalau kami bermaksud hendak membunuh tuan, tidak ada satu kekuatan yang dapat menghalangi”. Teknik membunuh assassin emang keren, missal mereka pernah membunuh satu menteri, kemudian sang assassin tersebut sengaja membiarkan dirinya tertangkap dan mengatakan kalau ada 13 menteri yang menjadi dalang pembunuhan tersebut dan walhasil 13 menteri tersebut dibunuh, padahal 13 menteri itulah yang setia pada sultan dan memang 13 menteri itu yang jadi target utama assassin bukan satu menteri yang dibunuh di awal.

Setelah Hasan bin Shabah wafat, Assasin masih sempet jaya untuk beberapa decade tapi setelah beberapa lama, kemampuan membunuh mereka makin menurun karena udah gak ada tokoh yang kuat seperti Hasan bin Shabah. Akhirnya mereka bisa dikalahkan oleh bangsa mongol dan juga oleh pasukan Dhohir bebris. Sekarang golongan kecil assassin masih ada di Iran, Syria, dan di Negara-negara bekas Uni Sovyet tapi jelas kemampuan membunuh mereka udah jauh melemah gak kayak dulu.


surat undangan ordo illuminati (2)

Rabu, 07 Desember 2011

Welcome to Thelemic Order of The Illuminati

Ordo Thelema Illuminati adalah Ordo atau Persaudaraan Pencerahan yang membahas Magick, Witchcraft, Sorcery, Kabbalah, Paganism, Satanism, Tarot, Free Thinker, Filosofi, Teosofi, Religion and Beliefs, New Age Movement termasuk Meditasi dan Spiritualitas.

Ordo Thelema Illuminati adalah Ordo yang bersifat spiritual yang didedikasikan juga kepada setiap umat manusia dari berbagai latar belakang agama, pendidikan, gender dan status sosial guna menyatukan persaudaraan Universal menuju Illuminasi.

Ordo Thelema Illuminati ini merupakan gabungan dari berbagai ordo seperti Thelemic Order of The Golden Dawn, Illuminati, Hermetic Order of the Golden Dawn, Rosicrucian, dan lain-lain.
Ordo Thelema Illuminati terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung bersama kami.

"Do what thou wilt shall be the whole of the law"
"Love is the law, love under will"
"Invoke me under my stars! Love is the law, love under will. Nor let the fools mistake love; for there are love and love. There is the dove, and there is the serpent. Choose ye well! He, my prophet, hath chosen, knowing the law of the fortress, and the great mystery of the House of God." Liber al vel Legis 1:57

May you experience Light, Life, Love and Liberty , and may you accomplish the Great Work of Thelema!

Konx Om Pax

surat undangan ordo illuminati (1)

Salam Persaudaraan,


Pembukaan Membership - Ordo Illuminati Indonesia


Ordo Illuminati Indonesia - Illuminati Order of Indonesia mengadakan pembukaan membership (Keanggotaan) dan kelas privat untuk materi Esoteric Studies (Okultisme, Gnosticisme, Hermeticisme dan materi – materi yang lain).


Ordo Illuminati Indonesia adalah Persaudaraan Pencerahan yang membahas Magick, Gnostik, Witchcraft, Sorcery, Kabbalah, Paganism, Tarot, Free Thinker, Filosofi, Theosophy, Religion and Beliefs, New Age Movement, Meditation dan Spirituality. Adapun diantaranya adalah Thelemic Order of The Golden Dawn, Illuminati, Hermetic Order of the Golden Dawn, Rosicrucian, freemasonry dan lain-lain.


Ordo Illuminati Indonesia merupakan Ordo yang bersifat spiritual yang didedikasikan kepada setiap umat manusia dari berbagai latar belakang, agama, pendidikan, gender dan status sosial guna menyatukan persaudaraan Universal menuju Illuminasi.


Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi Frater David: 021 - 99657058.


Ordo Templi Illuminati tidak mempraktikan, mempromosikan atau mendukung kekerasan, kebencian atau berbagai bentuk aktivitas yang illegal/melanggar hukum. Namun sistem dan karya Ordo Templi Illuminati adalah bersifat spiritual.


"Do what thou wilt shall be the whole of the law" "Love is the law, love under will" "Invoke me under my stars! Love is the law, love under will. Nor let the fools mistake love; for there are love and love. There is the dove, and there is the serpent. Choose ye well! He, my prophet, hath chosen, knowing the law of the fortress, and the great mystery of the House of God."

Liber al vel Legis 1:57


May you experience Light, Life, Love and Liberty , and may you accomplish the Great Work of Thelema! Konx Om Pax Love is the law, love under will. In Thy Great Works Magnum Opus


Salam Persaudaraan