what is "emo"? this is the fact

Kamis, 17 Mei 2012

Pernah denger music emo akhir-akhir ini? Kl lo berumur 18th ke atas dan lo baru tau emo akhir-akhir ini… sorry kemungkinan lo alay jadi coba lo coba check up deh. Ya mungkin lo (dan sama gw juga) tau music emo ya ketika masa awal jaya-jayanya sekitar taun 2003 lah…. Waktu itu bener-bener dunia lagi gandrung ma yang namanya emo. Semuanya serba emo-emo-emo. Gw pun sempet begitu terobsesi ma yang namanya emo ketika masa-masa gw sekolah SMA dulu, yah sampe sekarang music emo masih asik seh di kuping gw. Kenapa dulu gw begitu terobsesi ma emo? Karena gw pria tulen jadi gw punya alasan logis buat jawab. Yaitu karena gw merasa emo itu “beda” dan “unik”, dan tentunya “keren”. Siapa seh anak SMA yang gak kepengen punya rambut mengsoy (mereng-mereng-asoy) [yang waktu itu blom kena stigma alay] yang indah nan keren? Semua pasti kepincut ma style begitu. Gw emang awalnya lebih dahulu suka ma melodic punk jadi gak begitu susah buat gw nikmatin raungan music emo. Apalagi gw terkagum-kagum ma ideologi emo waktu itu yg gw tangkep bagus banget… bertema “cinta” tapi gak murahan. Lirik-lirik emo begitu puitis dan indah, beda ma punk yang asal tabrak aja. Well…. Masalah cinta adalah isu sensitive buat gw seh emang. Hahahahahaha

But, sekarang dengan bertambahnya umur dan kadar otak, gw pun mulai beranjak memahami dan menikmati emo secara lebih objektif dan mendalam. Gw nyari-nyari, sharing, diskusi, dsb dengan para pakar yang berkompeten buat mencari tau “what’s emo?” dan sekarang gw bagi-bagi dikitlah hasil dari “ijtihad” gw itu ke kalian. Hehehehehe Jadi dimana gw harus mulai? Dari sejarah ma definisi dulu kali ya? Oke Mungkin lo yang pernah menyibukkan diri mendalami emo ini juga bingung dengan begitu banyak versi tentang sejarah emo. Well, gw juga begitu. Gw menemukan banyak banget versi tentang sejarah emo. Tapi sekarang bakal gw jabarin versi-versi sejarah emo yang menurut gw valid.

VERSI 1. Emo muncul di tahun 1980-an. Buat para pengsung versi ini, mereka mengklaim bahwa pencipta/pengusung awal music emo itu jelas yaitu sebuah band asal USA yang bernama DC Scene. band ini awalnya beraliran punk seperti para band punk kebanyakan. Namun mereka melakukan eksplorasi dengan menabrak kaidah-kaidah pakem music punk saat itu dengan memasukkan sedikit lirik-lirik yang lebih puitis dan teratur sehingga kalo lagu dari DC Scene ini lo denger, terasa kayak agak ganjil dimana music punk ala 1980-an yg ya lo tau lah semacam Ramones dkk tapi berlirik lebih puitis. Mungkin oleh sebab inilah DC scene dianggap oleh para pengusungnya sebagai “pencipta” emo. Toh dah pada sepakat juga kalau emo memang punya root yang kembali ke punk.

VERSI 2. Emo muncul di awal tahun 1990-an. Nah buat pihak-pihak yang mengsung versi ini, ide tentang “emo” mulai muncul ketika varian music punk telah sedemikian berkembang. Coba sebutin berapa cabang dari music punk? Banyak kan? Dari mulai yang “konservatif” sampai yang “lanjutan” macem Nazi Punk, Hardcore punk, dsb. Dan emo menurut para pengsung versi 2 ini adalah suatu bentuk varian baru dalam membawakan “Hardcore Punk”. Untuk para pengsung versi 2 ini, mereka sepakat buat menunjuk band USA yang bernama “Rite Of Spring” sebagai pencipta “emo”. Apa buktinya? Menurut mereka, kata “emo” bersumber dari anthem dari para personel band ini ketika mereka sedang beraksi di suatu panggung. Rite of spring saat itu berteriak “I am EMO, You’re EMO, We’re EMO!!!!” dan konon dari penelusuran gw, katanya banyak para penonton band rite of spring ini nangis kalau band ini tampil. Bukan karena kegantengan atau malah keancurleburan tampang mereka yang bikin penonton pada nangis tapi karena lirik rite of spring yang begitu emosional dan menguras sanubari. Hehehehe

this is The Rites Of Spring!!


Jadi, buat para pengusung versi 2 ini sebenernya rite of spring gak sendirian saat itu. Memang mereka adalah pionir tapi kemudian bermunculan band-band “emo” lain yang sezaman mereka sebut saja angelhair, mossicon, dsb. Baru kemudian di pertengahan dasawarsa 90 muncul band-band yang melanjutkan gaya mereka macem the used dan yang segenerasi dgn mereka. Dan di taun 2000 meledaklah emo menjadi trend baru di dunia music. 

VERSI 3. Situs Wikipedia sendiri menghimpun beberapa versi tentang asal-muasal istilah “emo”. Mulai dari “emo” sebagai reaksi terhadap kekerasan Hardcore Punk serta sebagai wujud ketidaksenangan kepada MacKaye dari MinorThreath yang membawa punk kepada jalur politik pribadi, lalu “emo” sebagai penyebutan dari majalah “Trasher” untuk band-band macem Embrace dan lainya, lalu ada pula yang bilang kalau istilah “emo” itu dari koor-nya penonton embrace (ini bertolak belakang ma versi 2 yang bilang emo dari koor-nya rite of spring). Trus yang paling heboh, “emo” itu mulanya kata ejekan buat rite of spring trus lama-lama malah jadi sebutan resmi. Hahahahaha

How about Embrace?!


Nah, gimana? Emo ini aliran unik, karena meski lahir di abad modern, semua sepakat emo lahir dari kurun 1980-1990an tapi gak jelas muncul dari mana. Lagian, lebih dari itu pendefinisian emo juga gak jelas. Coba sekarang kita pikirin deh… emo kan disebut-sebut evolusi dari punk karena emo adalah hardcore punk gaya baru. Right? Tapi kenapa macem dashboard confessional, jimmy eat world, automatic loveletter, secondhand serenade dibilang emo? Atau mungkin emo tu lebih menjurus kepada aliran yang sendu-sendu. Hemm…. Ayo sama-sama kita telusuri cirri-ciri emo yang kita kenal selama ini.

Secara common sense ciri emo itu, 1) pake sistem on/off. Maksudnya ada bagian “scream” dan ada yang “clean”. 2) yang bagian “clean”, pake teknik vocal “catchy hook”. 3) liriknya melankolis-puitis. 4)atraksi panggung yaa mulai dari guitar flip, guitar swing, dll lah. Nah jadi disini kan jadi rancu, misalnya buat poin satu ; gara-gara pake sistem on/off trus band-band macem Bullet for my valentine, The Devil Wears Prada, bahkan As I Lay Dying dibilang emo. padahal kayak bullet for my valentine misalnya, mereka kan dari awal kiblatnya ke Metallica Cuma oleh BFMV gaya Metallica yang old itu dimodernisasi. Trus apa karena namanya yg berbau “emo” dan kebetulan single mereka “Tears Don’t Fall” yg “emo” bgt akhirnya BFMV di cap emo? dan harus diingat kalau BFMV itu tergolong metal bukan Punk. Nah emo kan lebih dekat ke Punk. Hayo? Atau kemudian emo juga sudah diadopsi di metal? Hemm?

Bullet for my valentine, emo?


Kalo menurut gw, disinilah kemudian “emo” itu sebenarnya hanya sebuah “labeling” aja. Dan, walaupun para band itu menolak mereka disebut “emo” ( sebenernya gw Tanya, band mana yang ngaku kalo mereka itu emo? gak ada kan?) tapi mereka juga seneng disebut emo krn itu membuat mereka makin gampang terkenal. Ayo sekarang gw ajak kalian sama-sama berfikir apa sebenarnya “emo” itu. Kalo kalian memperhatikan berbagai macam versi tentang asal-usul emo diatas, kita bisa dapat berbagai benang merah… bayangkan aja versi-versi itu kayak puzzle dan sekarang yang penting gimana kita merangkainya. Iya kan?

Jadi, menurut gw, “emo” yang asli itu udah punah. Emo itu memang bener-bener ada di tahun 1980-an sebagai varian baru hardcore punk tapi kemudian perlahan hilang dan punah seiring dengan melejitnya music alternative di decade 1980-1990an. Nah kenapa kemudian emo kembali muncul di pertengahan 1990-an dan meledak di 2000-an? Ya karena emo yang muncul kembali ini bukan emo asli tapi emo sebagai penyebutan. Siapa pelakunya? Pelakunya adalah para label industry music! Mereka pasti sudah sadar kalo music di decade itu mengalami kejenuhan akibat music alternative yang terlalu lama mencari identitasnya. Nah kemudian label memunculkan kembali istilah “emo” agar pasar music bergerak kembali. Para label ini seenaknya menunjuk band-band alternative yang mengusung konsep “dark” dengan sebutan “ the emo band”. Korbannya ya macem My Chemical Romance, Finch, The used, dan sejenisnya. Lebih jauh dari itu, sebutan “emo” kemudian merambah fashion. Label mencoba untuk memasukkan “emo” kembali ke punk untuk menginfiltrasi aliran tersebut dengan harapan akan bermunculan band-band punk “murtad” yang memilih masuk ke jebakan emo. jadi, kalo di definisikan emo itu dapat dikatakan sebuah sebutan dari kaum label untuk memasukkan ideologi kapitalisme kedalam punk. 

Makanya atribut emo ini jauh berbeda dengan atribut punk. Kalo mau jadi anak emo, harus siap-siap mengeluarkan dana lebih. Kalo coba-coba bergaya emo tapi gak mau ngeluarin diut lebih, ya pasti gagal. Gak percaya? Coba tengok tu alay-alay yang menyedihkan itu mereka mau bergaya emo tapi duit cekak. Ya jadinya begitu… menjijikan

yeah... this is  the emo style. Cool!!


Hasilnya sukses! Roda music rock kembali bergerak. Para musisi kembali punya inspirasi baru. Anak-anak muda kembali bergairah ngeband. Dunia fashion semarak. Para penikmat music kembali punya greget mengkonsumsi music. Yeah, everybody happy. Tapi kasian punk yang udah jadi tumbal dari usaha merefresh music rock. Hehehehe malah kemudian saking boomingnya emo, terjadi radikalisasi dengan mencoba membuat emo labih gahar dan lebih dekat dengan jiwa rock yang bebas. Makanya meledak pula gelombang band emo yang memilih indie label. Di indie label, emo kemudian dibuat varian barunya yg disebut screamo. Tapi ya itu, karena sebenarnya emo ini bukan aliran music ( kalo emo yang asli ; emo yg berkembang di 1980-an mah beneran aliran music) ya jadi emo jadi serampangan dan terus menerus menggiring aliran-aliran lain lain masuk ke lingkaran judgement emo.

Tapi apa dengan begitu kita harus benci emo? ya itu terserah kalian. Kalo gw pribadi gw gak benci emo. justru gw menikmati music-musik yang disebut “emo”. 

Baden Powell (bapak Pramuka dunia) adalah simpatisan Nazi-hitler?

Sabtu, 11 Februari 2012

Mungkin banyak yang gak tau kalau dulu ketika awal perkembangannya Pramuka (scout) cukup dekat dengan Nazi-hitler. Jika dilihat sejarahnya, Baden Powell (1857-1941) sebagai pendiri Gerakan Kepanduan (Scout Boy) sendiri adalah seorang fasis?. Maka itu diawal pertumbuhannya, Gerakan Kepanduan sangat dekat dengan simbol swastika. Menurut penulis biografi Michael Rosenthal, latar belakang Powell menggunakan lambang swastika adalah sebagai tanda terimakasih Gerakan Kepanduan karena ia tergolong simpatisan Nazi. Dalam biografinya yang berjudul Baden Powell (London: 1989), Tim Jeal mengatakan bahwa Powell sering mengungkap kekagumannya terhadap Buku Meinz Kampf Adolf Hitler. Dalam catatan harian yang ditulisnya, Powell bahkan mengapresiasi ide-ide yang baik tentang pendidikan, kesehatan, propaganda, dan organisasi yang keluar dari buku pimpinan Nazi tersebut. Fakta mengejutkan justru ditunjukkan oleh Oly Nikon Learner. Ia mengaku memiliki sebuah medali orisinal dari seorang anggota kepanduan di tahun 1950-an.Medali ini dengan jelas menunjukkan hubungan Gerakan Kepanduan dengan Nazi. Ia menulis, I know the wearer of this (who died in the 1950s) had met repeatedly with Baden-Powell since he was a senior Greek Boy Scout leader. This being a "friendship" medal, he must have gotten it as part of the recognition of the Greek Boy Scouts by the big chief. Fascinating! Surat-surat Lord Baden Powell membuktikan pendiri gerakan Pramuka ini ingin menjalin hubungan pertemanan dengan Hitler, pemimpin Jerman.

Baden Powell, bapak Pramuka sedunia



Surat-surat yang dibuka badan intelijen Inggris ini membeberkan keinginan Powell ini terjadi setelah dia bertemu Duta Besar Jerman untuk Inggris, Joachim von Ribbentrop, yang kemudian menjadi Menteri Luar Negeri Hitler di akhir 1937. "Dia seorang pria ramah untuk mengobrol," kata Powell menceritakan pertemuan dengan Ribbentrop. "Saya katakan padanya, saya sangat ingin melakukan sesuatu yang membawa pemahaman lebih baik antara kedua negara kami dan berharap ada dialog lebih lanjut sepulang saya dari Afrika," ujar Powell seperti dilansir telegraph.co.uk, 7 Maret 2010. Powell terlihat sangat bersimpati dengan Hitler dalam diarinya yang ditulis pada 1939: "berbaring sepanjang hari. Membaca Mein Kampf." Mein Kampf adalah buku yang ditulis Hitler, membeberkan pikirannya. "Sebuah buku luar biasa, dengan pikiran yang bagus mengenai pendidikan, kesehatan, propaganda, organisasi dan lain-lain," ujar Powell. Detail pertemuan Powell dengan petinggi NAZI yang terjadi dua tahun sebelum pecah Perang Dunia Kedua itu muncul dalam memo yang ditulis Powell dan masuk dalam data MI5, badan intelijen Inggris. Dalam dokumen yang diberikan ke Arsip Nasional itu, Powell mengatakan kepada Komisioner Pramuka Internasional, Hubert Martin, bahwa orang-orang Jerman "paling penasaran Pramuka menjadi lebih dekat dengan gerakan pemuda di Jerman." "Pembicaraan panjang dengan Duta Besar yang berkukuh perdamaian antara kedua negara tergantung kepada pemuda menghasilkan kesepakatan bersama melupakan perbedaan di masa lalu," kata powell.

Karena itu, Powell menyatakan Ribbentrop menyarankan Inggris mengirim satu atau dua orang menemui pemimpin Jerman dan berbicara mengenai itu. Martin lalu memberikan memo itu ke MI5. Seorang pejabat MI5 menemui Martin dan melaporkan "Saya mengatakan padanya bahwa aktivitas itu merupakan bagian kecil dari propanda besar Jerman untuk mendorong persahabatan Anglo-Jerman. MI5, badan intelijen inggris memang menunjukkan bahwa Nazi pernah mengincar organisasi kepanduan Inggris untuk dijadikan rekan kerjasama. Sir Vernon Kernell, mantan Direktur Jenderal M15 pada masa menjelang Perang Dunia II, mengungkapkan sejumlah surat kepada National Archives di Kew. Dalam surat-surat tersebut, termuat permintaan kepada pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap Hitler Youth, sebuah kelompok siswa Jerman di Inggris yang menghabiskan liburan dengan bersepeda. Para siswa tersebut berhenti sejumlah tempat seperti sekolah, klub Rotary, pabrik, dan gereja.

hubungan Scout dengan Nazi



Menurut dokumen tersebut, kelompok Hitler Youth dan Nazi berencana untuk mengadakan tur bersepeda yang melibatkan gerakan Pramuka (Boy Scout). Sebuah pertemuan telah dilangsungkan oleh Lord Baden-Powell, kepala gerakan kepanduan, dan Joachim von Ribbentrop, duta besar Jerman. Pertemuan itu ibarat tangan yang membuat lonceng keamanan di Whitehall berdentang lebih keras. Saat itu, Jerman dan Inggris sedang terlibat dalam perlombaan senjata yang semakin lama semakin memanas. Pada tahun 1937, muncul ketakutan di kalangan penanggung-jawab keamanan Inggris bahwa Jerman sedang melakukan operasi klandestin yang melibatkan "spyclist". Ketakutan terebut merebak seiring dengan munculnya seorang tokoh paling senior Jerman, Jochen Benemann, di Inggris. Benemann dikirim ke Inggris untuk belajar bahasa Inggris. Para petugas intelijen Ingggris rajin membuka dan mengkopi pos Benemann.

Istilah "spyclist" pada mulanya muncul dalam sebuah artikel Daily Herald. Para petugas intelijen menemukan bahwa istilah tersebut berasal dri seorang penulis lepas waktu anti fasis di Praha. Penulis tersebut membuat tulisan berdasarkan sebuah item di dalam majalah German Cyclist. "Tanamkan dalam ingatan Anda akan jalanan dan jalur-jalur, pedesaan dan kota-kota, menara gereja yang memukau, dan pemandangan-pemandangan indah lainnya, sehingga Anda tak akan melupakannya," tulis majalah tersebut. "Buatlah catatan tentang nama-nama tempat, sungai, laut, dan gunung. Mungkin Anda sebaiknya mampu memanfaatkan hal ini untuk kebaikan Ibu Pertiwi....... Jelajahilah sehingga Anda dapat menemukannya di dalam gelap." Seorang petugas M15 menggambarkan tulisan tersebut sebagai "instruksi tersembunyi kepada pihak Nazi untuk melakukan aktivitas bersepeda di negara asing". Maka, para kepala constable pun diutus untuk memerintahkan anak buah mereka agar melaporkan setiap kegiatan bersepeda yang dilakukan pihak Jerman. Dalam sebuah surat yang ditulis Kell untuk Grimsby tertulis, "Kami telah menerima informasi bahwa sebuah kelompok pemuda Jerman akan hadir (dan) bermaksud untuk bersepeda di London pada tahap awal. Sekiranya mereka melintasi daerah Anda, kami mengharapkan segala detail yang dapat Anda berikan tentang rute yang mereka tempuh." Polisi superintendent T. Dawson memberikan sebuah informasi kepada badan keamanan dari Spalding, Lincolnshire. Informasi tersebut berbunyi, "Pada sekitar pukul 4 sore pada hari Jumat tanggal 16 Juli, Saya melihat sebuah kelompok yang terdiri dari 7 anak muda bersepeda di sepanjang jalan Bolton menuju jalan utama Spalding.... Anak-anak muda ini mengenakan celana pndek dengan jaket, masing-masing membawa sesuatu yang tampak seperti kaleng makanan yang ditempelkan di wadah di bagian belakang sepeda. Saya percaya bahwa mereka adalah orang Jerman. Saya tidak bicara kepada mereka." Dokumen-dokumen M15 memuat sebuah berita suratkabar yang diperoleh dari Boston and Spalding Free Press.

Salam ala hitler di Scout?



Menurut berita tersebut, kelompok bersepeda tersebut diterima dalam makan malam klub Rotary. Kelompok bersepeda yang lain tetap diawasi. Home Office juga menginformasikan kepada M15 bahwa kantor tersebut khawatir tentang "Pemuda Nazi yang berganung dengan Pramuka." Kell memberi surat jawaban – ia telah mempelajari bahwa "kelompok Tamworth Boy Scout ikut ambil bagian dalam kamp Hitler Jugend (Pemuda) dekat Hamburg". Terdapat laporan tentang adanya para pelajar Jerman berkamera yang mengunjungi pabrik baja di Sheffield dan menyanyikan lagu dalam bahasa Jerman di sebuah gereja di Dalston. Pada bulan November 1937, deputi pimpinan gerakan Hitler Youth, Hartmann Lauterbacher, tiba di Inggris. Pihak intelijen Ingris makin ketar-ketir. Lauterbacher dan Benemann muncul di Inggris bersamaan dengan hadirnya Lord Baden-Powell di Kedutaan Jerman sebagai tamu yang telah diundang. Baden-Powell menindaklanjuti kunjungannya ke kedutaan besar tersebut dengan menulis sepucuk surat ucapan terima kasih dan sebuah laporan kepada gerakan Scout. Surat dan laporan itu lantas berpndah tangan ke M15. Diduga, seorang petugas pramukalah yang telah memindah-tangankan surat dan laporan tersebut.

Scout berhubungan dengan Hitler Youth?



Surat dan laporan itu tersimpan dalam dokumen yang dibeberkan kepada publik apda hari Senin. Dalam suratnya kepada Ribbentrop, Baden-Powell mengatakan, "Saya setulusnya berharap bahwa kita mampu memberi pernyataan untuk (bekerjasama) melalui para pemuda dari kedua belah pihak." Sementara, dalam suratnya kepada sejawat kepanduan, Baden-Powell mengatakan bahwa ia telah diundang untuk mengunjungi Hitler di Jerman. Ia pun menambahkan, "Baik Lauterbacher dan Benemann sangat penasaran, berpendapat bahwa Scout semestinya semakin mendekatkan diri dengan gerakan kepemudaan di Jerman." "Saya telah bicara panjang-lebar dengan duta besar yang sangat berkeras bahwa perdamaian antara kdua bangsa akan tergantung pada para pemuda yang bersahabat, bersama-sama melupakan perbedaan di masa lalu..... Ribbentrop tampak sangat tulus dan ia adalah orang yang enak diajak bicara. Saya mengenal pamannya di India yang merupakan kepala perkayuan dan perhutanan di sana. Menurut Baden-Powell Jerman akan mencabut larangan bagi pramuka Inggris yang mengenakan seragam. Jerman memberlakukan larangan tersebut karena "pres sosialis" memandang hal tersebut sebagai "sebuah demonstrasi fasis di Jerman." Setelah bertandang ke kedutan besar Jerman, Baden-Powell berkunjung ke Afrika Selatan. Seorang petugas M15 brbincang dengan gerakan kepanduan.

Menurut petugas tersebut, mereka mungkin ingin "membicarakan isu dengan seseorang di jajaran pemerintahan". Lord Cranborne, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kantor Dominion, tidak menerima ide bahwa terdapat hubungan dekat antara Hitler Youth dan Boy Scout. Di Inggris, Lauterbacher mengunjungi Eton dan pelatihan fisik sekolah angkatan bersenjata di Aldershot. Komandan sekolah tersebut, Letnan Kolonel TH Wand-Tetley, diperintahkan untuk melapor kepada "Box 500" – sebutan untuk M15 pada sat itu. "Saya sendiri yang memimpin kelompok tersebut berkeliling sekolah dan menunjukkan mereka kegiatan sehari-hari, lalu saya ajak mereka makan siang di klub petugas," kata Wand‑Tetley. "Mereka tidak mengemukakan pendapat apa pun sehubungan dengan gerakan kepemudaan, namun mereka sangat tertarik pada teknik pelatihan. Saya memperhatikan bahwa mereka merokok dan menenggak double whiskies dan saya ingin tahu apakah mereka melakukan hal ini dengan Hitler Youth." .

Tapi, Pramuka Indonesia gak ikut-ikutan kan?

STOP PRESS





Everything's so blurry
and everyone's so fake
and everybody's empty
and everything is so messed up
pre-occupied without you  
My whole world surrounds you
I stumble then I crawl

You could be my someone
you could be my scene
you know that i'll protect you
from all of the obscene
I wonder what you're doing
imagine where you are
there's oceans in between us
but that's not very far

Everyone is changing
there's noone left that's real
to make up your own ending
and let me know just how you feel
cause I am lost without you  
my whole world surrounds you
I stumble then I crawl

R.A Kartini : Muslim atau Theosofie?

Kamis, 09 Februari 2012



 Kartini sebagai seorang muslim

Menurut Prof. Ahmad Mansyur Suryanegara, seorang pakar Sejarah dari Universitas Pajajaran dalam bukunya “Api Sejarah” (2009), dari surat-suratnya yang dikenal dengan “Habis Gelap Timbullah Terang” dikisahkan bagaimana kekaguman Kartini kepada Al Qur’an. Kartini pernah menulis tentang kekagumannya terhadapan Kitab Suci muslim ini sebagaimana tertera pada suratnya kepada Ny. Abendanon tertanggal 15 Agustus 1902. “Alangkah bebal dan bodohnya kami, kami tidak melihat, tidak tahu bahwa sepanjang hidup ada gunung kekayaan disamping kami”. Ahmad Mansyur kemudian menyatakan bahwa Kartini menilai Al Qur’an sebagai gunung kekayaan yang telah lama ada disampingnya. Akibat pendidikan Barat, Al Qur’an menjadi terlupakan, namun setelah Tafsir Al Qur’an dibacanya, Kartini melihat Al Qur’an sebagai gunung agung hakikat kehidupan. Kartini tidak hanya ingin memahami dirinya sendiri, namun juga mempelopori kecerdasan terhadap anak bangsa. Sikap perjuangan Kartini agar kesetaraan pendidikan terhadap anak bangsa yang bukan dari Jawa, menurut Profesor Ahmad Mansyur, sangat dipengaruhi oleh ajaran Al Qur’an. Lingkungan kehidupan kabupaten Jepara merupakan medan persemaian tumbuh kembangnya ajaran Islam di kalangan Boepati yang berpikiran semaju sejalan dengan kaum muda.

Raden Ajeng Kartini



Dalam memandang Islam pun, menurut kacamata Prof. Mansyur Kartini termasuk yg cukup memliki nilai fundamentalistik. Melalui surat-suratnya, Kartini memberikan gambaran akan gagalnya agama Protestan sebagai agama penjajah Belanda. Demikian pula Katolik yang dikembangkan agama penjajah Portugis, sebelum penjajah Protestan Belanda datang. Kepada E.C Abendanon Kartini mengingatkan bahwa Zending Protestan jangan bekerja dengan mengibarkan panji-panji agama. Jangan mengajak orang Islam memeluk agama Nasrani. Hal ini akan membuat zending memandang penduduk Islam sebagai musuhnya. Dampaknya semua agama akan menjauhi zending. Kartini menolak ajakan Ny. Van Kol untuk berpindah agama menjadi Kristen. Agama Kristen dalam pandangan Kartini adalah agama penjajah. Hal itu dinilai akan merendahkan derajatnya. Pada tanggal 21 Juli 1902, secara halus Kartini mengatakan kepada Ny, Van Kol, “Yakinlah Nyonya, kami akan tetap memeluk agama kami yang sekarang ini”. Kartini kemudian mengingatkan Ny. Van Kol, tentang tekad mulianya yang akan tetap erjuang untuk menyadarkan Barat agar dapat bertoleransi terhadap agama Islam, “Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang agama kami Islam patut disukai”.

Kartini berjilbab (photoshop edited)



Pada surat itu juga Kartini menulis kepada Ny. Van Kol, ”Tiada Tuhan kecuali Allah! Kata kami umat Islam, dan bersama-sama kami semua yang beriman, kaum monotheis; Allah itu Tuhan, Pencipta Alam Semesta.” Itulah kira-kira paparan Prof. Ahmad Mansyur dan beberapa data lainnya dalam melihat Kartini sebagai pejuang Islam. Bahkan, dalam buku Prof Mansyur, bahasan mengenai Kartini masuk dalam sub bab berjudul ‘Peran Ulama dalam Gerakan Kebangkitan Kesadaran Nasional (1900-1242 M). Artinya Prof Mansyur bisa dikatakan mengakategorikan Kartini sebagai orang yang alim dalam Islam.

Kartini dan Pengaruh Theosofi

Sekalipun fakta-fakta kekaguman Kartini akan Islam dan nilai dalam Al Qur’an menjadi tidak terelakkan, fakta lain tentang pengaruh theosofi dalam pemikirannya juga menjadi catatan tersendiri yang mesti diungkap. Banyak Surat Kartini yang kontradiksi atau tidak sejalan terhadap pembelaannya kepada agama Islam. Menariknya ucapan kartini itu disampaikan pada tanggal yang sama pula di saat kekagumannya mengalir kepada Islam. Pada tanggal 15 Agustus 1902, Kartini mengirim Surat kepada Nyonya Abendanon yang bisa dikatakan memandang Islam sebagai agama ritual belaka ”Kami bernama orang Islam karena kami keturunan orang-orang Islam, dan kami adalah orang-orang Islam hanya pada sebutan belaka, tidak lebih. Tuhan, Allah, bagi kami adalah seruan, adalah seruan, adalah bunyi tanpa makna.” Selanjutnya pandangan teosofis Kartini juga terlihat pada surat yang dikirim ke Nyonya Abendanon tertanggal 14 Desember 1902, berarti empat bulan setelah ia menyatakan kekaguman akan Islam. “Sepanjang hemat kami, agama yang paling indah dan paling suci ialah Kasih Sayang. Dan untuk dapat hidup menurut perintah luhur ini, haruskah seorang mutlak menjadi Kristen? Orang Buddha, Brahma, Yahudi, Islam, bahkan orang kafir pun dapat hidup dengan kasih sayang yang murni.” (Surat kepada Ny Abendanon, 14 Desember 1902).

Kartini dan theosofie? (photoshop edited)



Juga suratnya kepada Ny. Andriani, tanggal 24 bulan September 1902 dan 5 Juli 1903
”Betapapun jalan-jalan yang kita lalui berbeda, tetapi kesemuanya menuju kepada satu tujuan yang sama, yaitu Kebaikan. Kita juga mengabdi kepada Kebaikan, yang tuan sebut Tuhan, dan kami sendiri menyebutnya Allah.” (Surat kepada Dr N Adriani, 24 September 1902). ”Tidak peduli agama apa yang dipeluk orang dan bangsa apa mereka itu. Jiwa mulia akan tetap mulia juga dan orang budiman akan budiman juga. Hamba Allah tetap dalam tiap-tiap agama, dalam tengah-tengah segala bangsa” (Surat kepada Dr N Adriani, 5 Juli 1903). Selanjutnya merujuk dari surat-surat “pluralisme” Kartini, Artawijaya dalam buku “Gerakan Theosofi di Indonesia” (2010) menjelaskan bagaimana keterlibatan Kartini dengan Theosofi. Meskipun tak ada pengakuan bahwa dirinya seorang theosof namun beberapa inti ajaran dan ritual theosofi seperti persamaan semua agama, mengabdi kepada “Kebaikan”, sebagai tujuan akhir (ultimate goal), serta ajaran tentang gaya hidup vegetarian yang juga banyak dilakukan anggota theosofi, itu semua diamalkan oleh Kartini. ”Orang yang tidak kami kenal secara pribadi hendak membuat kami mutlak penganut Theosofi, dia bersedia untuk memberi kami keterangan mengenai segala macam kegelapan di dalam pengetahuan itu. Orang lain yang juga tidak kami kenal menyatakan bahwa tanpa kami sadari sendiri, kami adalah penganut Theosofi.” (Surat Kepada Ny Abendanon, 24 Agustus 1902)

Belakangan jaringan theosofi di Indonesia juga mendirikan Kartini School (Sekolah Kartini) yang mulanya didirkan diBandung oleh seorang teosof bernama R. Musa dan kemudian menyebar di berbagai daerah di Jawa. Tercatat ada beberapa daerah yang berdiri Sekolah Kartini, yaitu Jatinegara (Jakarta), Semarang, Bogor, Madiuan (1914), Cirebon, Malang (1916), dan Inderamayu. Jadi, sisi theosofi Kartini juga adalah fakta sejarah yang suka tidak suka, tak bisa kita pungkiri.

Bagaimana Posisi Kartini?
Ada beberapa hal yang mesti kita lihat untuk menengahkan masalah dan dua jati di Kartini yang saling kontradiksi.

Pertama, kita harus meletakkan Kartini sebagai orang awam. Hal inilah yang sempat dinyatakan Tiar Anwar
Bachtiar, Kandidat Doktor Sejarah Universitas Indonesia, dalam wawancaranya dengan Eramuslim.com berjudul "Pakar Sejarah: Kesan Feminis Kartini Adalah Taktik Belanda", pada tanggal 20 April 2011.
Sebagai catatan, Kartini sejak umur 12 tahun banyak berdiam diri di rumah dan harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit. Oleh karenanya dalam masa “pencarian” itu, Kartini akan bertemu apa saja, siapa saja dan dimana saja, termasuk akhirnya Belanda. Secara psikologis, Kartini terombang-ambing untuk memenuhi dahaganya tentang arti sebuah agama. Kartini pun juga tidak memiliki fundamentasi Islam yang kuat. Lingkungan di sekitar Kartini cenderung merujuk kepada Isalm kejawen yang mencampurkan agama tauhid dengan sinkretisme.

Kedua, pengaruh Belanda. Ayah Kartini, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang bupati Jepara terkenal memiliki jaringan luas terhadap Belanda. Saat itu ada semcam prestise tersendiri di kalangan birokrat Nusantara saat memiliki persentuhan dengan bangsawan Belanda. Hal ini kemudian didukung suasana tempat belajar Kartini (sampai usia 12 tahun) di ELS (Europese Lagere School) dimana hampir semua gurunya orang Belanda. Pelajar di Sekolah Belanda dan gurunya sedikit banyak terlibat theosofi. Tidak hanya terpengaruh theosofi, Kartini juga terpengaruh pemikiran liberalisme dan feminis ekstrimis-nya Stella Zeehandelaar. Setelah mendekam di rumah, karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Disinilah faktor kolonialisme dimanfaatkan Belanda untuk “membentuk” Kartini.

Ketiga, terputusnya hubungan Kartini dengan Kiai Soleh Darat di Semarang. KH.Soleh Darat merupakan sosok ulama yang memilki andil besar terhadap Kartini di akhir-akhir hidupnya. Kiai Soleh Darat adalah guru dari ulama-ulama’ yang mendirikan NU dan Muhammadiyyah, seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH Mahfuzd (pendiri Ponpes Termas, Pacitan), KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), dan lain sebagainya. Dengan Kiai Soleh Darat, Kartini bagai bertemu cahaya yang mengantarkannya ke pemikrian Islam yang sesungguhnya. Suaminya pun, seorang Bupati Rembang, termasuk santri yang agak senang mengaji. Namun sayang pertemuan Kartini dengan Kiai Soleh Darat, tidak berlangsung lama. Kiai Soleh Darat meninggal pada tahun itu juga, menyusul Kartini pada satu tahun berikutnya. Namun sampa detik ini, belum ada fakta sejarah yang menceritakan bahwa Kartini menarik ucapan-ucapanya terkait theosofi. Atau mungkin belum sempat menariknya. Tapi yg jelas pembelaan Kartini terhadap agama itu nyata, namun pembelaan Kartini terhadap nilai-nilai Theosofie juga nyata. Jadi apakah Kartini pengidap kepribadian ganda? Atau Kartini adalah orang yg sedang mencari jalan kebenaran dan jika ini benar, manakah yang akrinya ia pilih? Agama atau theosofie? Masih belum jelas.

sosok dajjal/the antichrist pada peradaban dunia. chapter 1 : epik Horus versus Seth di Mesir kuno

Kamis, 12 Januari 2012


Sekarang gw mau nulis tentang Sejarah Dajjal/antichrist…. Lengkap tentang sepak terjang ni makhluk dari zaman dulu sampai ntar…jadi lo yang baca ngeh tentang alur cerita si dajjal ini… dan tau akan bahaya yang bisa ditimbulkannya…

Kata kunci gw adalah…. Dajjal adalah “sosok yang tidak asing pada sejarah peradaban dunia dari era kuno sampai modern”

Sepak terjang Dajjal di Mesir kuno
perhatikan seksama. ntar gw terangin korelasinya dengan dajjal di chapter terakhir

Dajjal selama ini diidentikkan dengan Horus The Sun God yaitu salah seorang anak Firaun semasa zaman Mesir purba. Salah satu epik terkenal dalam sejarah Horus adalah pertarungannya dengan Storm God bernama Seth. Dalam epik tersebut, Seth digambarkan sebagai seorang yang jahat dan haus akan kekuasaan, dan Horus digambarkan juga sebagai seorang pemimpin yang baik dan ingin membebaskan sebagian besar orang Mesir dari kekejaman Seth.

Gambar Seth


Peperangan tersebut menjadi satu perang besar antara angkatan kerjasama Horus, Thoth dan Ra dalam menentang Seth dengan angkatan besarnya di daerah Nubia. Horus diceritakan mati-matian menentang Seth demi membebaskan orang Mesir dari kekejaman Seth. Horus juga diceritakan membalas dendam terhadap kematian kakanya, Osiris yang mati dibunuh Seth. Dalam pertarungan itu, Horus menggunakan pengetahuan sihirnya dengan bantuan Thoth. Gabungan sihir Thoth dan Horus juga diceritakan telah menukar bentuk Horus kepada energi matahari dalam pertarungan yang penuh dengan daya magis itu. Seth yang ketakutan kemudian lari ke arah Sungai Nil dan menggunakan sihir untuk menyerupai dan bersembunyi.

Kemudian, Horus The Sun God diceritakan terus mengejar dan ketika tiba di tebing Sungai Nil, dia telah diserang oleh buaya (Seth) tadi sehingga sebelah matanya buta, kemudian diberi gelar One-Eyed Sun God. Akibat serangan itu, Horus menjadi sedikit lemah dan ia menjadi peluang Seth untuk menyusun strategi menyelamatkan diri sebelum kedatangan Ra dan Thoth ke tebing sungai itu. Setelah beberapa tahun sejak peperangan itu, diceritakan Seth tidak muncul lagi dan orang-orang Mesir yang menjadi mangsa kekejaman Seth telah dibebaskan oleh Horus dengan restu Ra. Namun Horus terus menjadi sasaran Seth dalam diam dan mulai mempelajari sihir baru untuk mengalahkan Horus.

Gambar Horus


Seth pada suatu malam diceritakan telah mengenakan sihir yang mengubah wajah Horus menjadi serupa wajahnya. Dikarenakan sihir itu, Horus kelihatan seperti Seth dan Seth kelihatan seperti Horus. Dalam keadaan itu, Horus yang kelihatan seperti Seth telah diperintahkan ditangkap oleh Ra. Selepas ditangkap, Ra menetapkan bahawa Seth (sebenarnya Horus) dijatuhkan hukuman salib???? (sorry di epic yang berasal dari mesir kuno ini memang tertulis hukumannya disalib… gak bermaksud SARA)

Selama disalib dan ditikam sehingga mengeluarkan darah, diceritakan wajah Horus perlahan-lahan kembali ke bentuk semula ketika matahari terbit dan tidak lagi kelihatan seperti Seth. Saat matahari mula cerah, Horus yang sudah sadar menjerit dengan kuat bahawa DIA AKAN KEMBALI PADA AKHIR ZAMAN untuk membebaskan manusia, menyatukan Afrika dan Timur Tengah (salah satu New World Order?) dan terus memburu Seth untuk membalas dendam. Setelah itu, Horus mati dan diceritakan jasadnya diangkat ke matahari untuk bersemayam di sana sambil memerhati semua manusia sementara menunggu masa yang sesuai untuk kembali ke bumi.
Sumber : Ancient Egyptian Myth & Book of the Deads…..

sebagai bentuk penghormatan pada Horus yang udah kehilangan satu matanya ketika melawan Seth, maka Horus diberi gelar "Dewa mata satu". ni gambar tentang gelar Horus sebagai Dewa mata satu


Dan hey.... Horus itu bukan sekedar mitologi.... pertemperuan Horus versus Seth adalah pertempuran yang menggambarkan penyatuan Mesir hulu dan mesir hilir menjadi satu kerjaan mesir kuno dengan rajanya yang kita kenal sebagai fir'aun pertama yakni menes. FYI..Horus itu dewa pelindung mesir hulu sedangkan Seth dewa pelindung mesir hilir. hemm seputar king menes ini masih diliputi kontroversi yang menyertainya... kenapa? karena waktu pasti pemerintahan menes tidak diketahui.. bahkan belakangan sejarawan mulai menyusun argumentasi bahwa menes dan narmer adalah orang yang sama (siapa itu "narmer"? narmer adalah penguasa mesir hulu sebelum kemudian bersatu dengan mesir hilir). setelah menang...narmer kemudian "merubah nama" menjadi Menes.. dan setelah 62 tahun memerintah Mesir...fir'aun ini kemudian wafat karena sebab yang tidak jelas... tewas di bunuh kuda nil.. dan secara mengejutkan pemerintahan mesir kuno dipegang oleh Hor-aha /Hor-Aka... Hor-Aka sebenarnya adalah nama julukan... arti kata Hor-Aka adalah "Horus dari Alang-alang". nah masalahnya ternyata penelitian terbaru menunjukkan Hor-Aka juga orang yang sama dengan Menes..coba dah baca bukunya Jacques Kinnaer yang judulnya What is really known About the narmer palette? ini buku penelitian arkeologi kontemporer yang menyelidiki kejanggalan-kejanggalan dan kemungkinan personal yang sama pada pribadi narmer-menes-hor aka. jika personal mereka sama...siapakah dia sang pendiri Mesir kuno? artefak mesir kuno sudah menjawabnya bahwa pendiri mesir adalah Dewa Horus.. (kebaca kan? berarti si menes/narmer/hor-aka yang luar biasa telah dapat menyatukan Mesir hingga ia mengaku sebagai tuhan! sang Dewa Horus).

(kiri) narmer (tengah) menes(kanan) hor-aka..lo perhatiin dah sebenarnya muka mereka sebenarnya mirip?



ngomong-ngomong soal Dewa Horus...dia ini dikenal sebagai Dewa yang memberikan pengetahuan yang tinggi kepada rakyat Mesir kuno. kalo gak percaya coba dah berkunjung ke kuil sang Dewa Horus yang ada di Edfu... lo bakal tercenggang karena struktur bangunan kuil ini rapi bener dan sangat bernuansa modern... secara ini kuil mirip banget ma CPU Komputer..(serius...bukan gw yang bilang mirip CPU tapi arkeolog terkenal Richard Hoagland... dalam tayangan tv FOX dengan edisi "menguak kuburan yang hilang" tahun 1999. Bagian paling penting dari Kuil Horus, ujung sebelah Timur, memiliki struktur yang serupa dengan bagian dalam CPU. Bagian yang lebih kecil terdiri dari ruang yang mengelilingi Aula/Hall, disebut Vestibule dan area aula itu dinamakan Naos, dalam tradisi Mesir kuno adalah ruangan/bagian paling penting dari sebuah Kuil, dan di situ terdapat patung dewa Horus. Ruangan itu mengelilingi Ruangan bagian Timur dan menjadi tempat untuk menyimpan benda-benda atau informasi, mungkin digunakan dalam ritual. Di dalam CPU, segmen yang dikenal sebagai register melaksanakan tugas menyimpan informasi untuk diproses kemudian.

Ruang bagian dalam berikutnya adalah Vestibulum, yang didefinisikan dalam kamus Webster’s Dictionary sebagai “tempat pelatihan untuk mengakses sesuatu yang baru” Dalam hal serupa, dalam perhitungan aritmetik dan logika bagian itu adalah bagian sebuah CPU yang merupakan bagian luar dari sebuah mikroprosesor yang mengakses ke area utama disebut Control Unit. Naos, adalah pusat dari kuil dan secara simbolis merupakan ruang kontrol dan ruangan untuk melakukan semua ritual dan tradisi bersama. Dalam fungsi yang sama, Control Unit adalah pusat kontrol dari CPU dan bekerja bersama-sama dengan semua bagian lain dari sebuah mikroprosesor. Sebelah kanan bawah dari bagian dalam adalah tempat suci dan dalam/daerah CPU adalah dua bagian kecil yang menyerupai miniatur chip sirkuit terintegrasi yang digunakan dalam sistem komputer sebagai clock bagi CPU.

Di pintu masuk ke bagian dalam kuil Horus adalah sebuah daerah yang disebut “Ruang Persembahan” yang merupakan lorong, yang berisi bagian menuju ruang “Second Hypostyle” . Dalam Cache CPU berisi data yang harus dibawa dari luar, terutama dari komponen berikutnya dari sebuah komputer, chip BIOS. Kata “Hypostyle” dalam kamus Webster didefinisikan sebagai “sebuah penutup pada deretan kolom” Jika Anda perhatikan, setiap chip Sirkuit Terpadu, termasuk chip BIOS terlihat seperti penutup yang bertumpu pada deretan Circuit Chips.

Chip BIOS berfungsi “boot up” CPU untuk memastikan bahwa semua lampiran tersebut pada tempatnya, transfer kontrol ke BIOS dan load program yang akan digunakan ke dalam Random Access Memory (RAM). Dalam arti yang sama, ruangan “Second Hypostyle” adalah tempat berkumpul untuk melakukan ritual yang harus dijalankan untuk “menyembah dewa” sementara ruang lain yang berada pada lorong kuil ini adalah untuk melakukan ritual “penyembahan dewa” dan ritual akan segera dilakukan dan digunakan dalam tradisi perayaan ritual bagi mereka yang ada di sebelah luar “hypostyle” yang sifatnya sementara.

RAM / HYPOSTLE HALL

Random Access Memory adalah memori jangka pendek yang digunakan untuk menyimpan sementara program yang akan digunakan oleh komputer. Dalam kasus kuil tadi, “komputer” adalah Peradaban Mesir dan “program” adalah sebuah perayaan yang diadakan di luar ruang bagi mereka hypostyle tidak memenuhi syarat atau diharuskan untuk berada di dalam tempat kudus atau bersifat anggota sementara.

Courtyard / A CO-PROCESSOR SOCKET

Halaman terbuka dari kuil ini memiliki beberapa pilar sekitarnya di dinding pada tiga sisinya. A soket yang digunakan untuk menahan seorang co-prosesor chip (atau Floating Point Unit) pada motherboard komputer akan menjadi logis bila dibandingkan dengan bagian ini, jika “pilar” ditafsirkan sebagai “lubang” dan daerah terbuka adalah daerah hampa dari “soket”.

ni gw kasih gambar-gambar kuil Horus dan persamaanya dengan CPU Komputer...kalo mau ngatain gambar-gambar dibawah ini adalah hoax...katain dah tuh fox TV... berani gak lo?

gambar 1



gambar 2





gambar 3




gambar 4



gambar 5



sssst..... gambar Menes a.k.a Horus ada di gedung mahkamah Agung Amerika Serikat loh...

kesimpulannya..Horus adalah sosok pendiri Mesir kuno dan pemberi Mesir kuno pengetahuan yang luar biasa...peninggalan teknologi Mesir gak cuma di kuil Horus semata melainkan hampir diseluruh artefak dan bangunan peninggalan Mesir kuno, seperti pyramid,spinx,obelisk, dsb. siapakah Horus sebenarnya????  dan Horus dipercaya oleh rakyat Mesir kuno akan kembali di akhir zaman

well….Lambang Horus ini banyak digunakan dalam pertubuhan-pertubuhan rahasia Dajal, antaranya Freemason dan Illuminati. Siapakah Horus yang akan kembali ini seperti yang dipercayai masyarakat mesir purba ? baca chapter-chapter lanjutannya….

Bangsa Jepang adalah keturunan suku Yahudi yang hilang??

Jumat, 16 Desember 2011

 Dua peneliti sejarah Jepang-Yahudi yakni Pendeta Arimasa Kubo dan Joseph Eidelberg mengatakan bahwa walau antara   Jepang dan Yahudi kelihatannya beda, tapi ternyata memiliki banyak kesamaan dalam tradisi kunonya, bahkan diyakini masih satu hubungan darah! wow

gambar ini bukan hoax loh.... believe it or not


Yang pertama bernama Arimasa Kubo. Dia merupakan orang Jepang asli yang dilahirkan di kota Itami di Hyogo tahun 1955 dan lulus dari Tokyo Bible Seminary pada tahun 1982. Di usia ke -22 tahun Arimasa Kubo telah mendapat kepercayaan untuk memimpin majalah penginjilan Remnant dan melakukan pelayanan di Gereja Tokyo selama enam tahun. Saat ini, Pendeta Arimasa Kubo memimpin Remnant Publishing dan pengajar tetap di Bible and Japan Forum. Arimasa Kubo melakukan penelitian mendalam atas tradisi asli bangsa Jepang dan Yahudi. Dia menemukan banyak kemiripan antara keduanya hingga meyakini jika leluhur bangsa Jepang sebenarnya masih berdarah Yahudi dari suku yang hilang. Hasil penelitiannya ini dituangkan dalam banyak artikel dan buku. Salah satunya buku berjudul “Israelites Came o Ancient Japan”.

Sedangkan yang kedua, Joseph Eidelberg yang merupakan peneliti berdarah Yahudi yang menulis buku “The Biblical Hebrew Origin of the Japanese People”. Di bawah ini Kami paparkan sebagian kecil kemiripan antara tradisi kuno bangsa Jepang dengan tradisi kuno bangsa Yahudi atau Bani Israel yang berasal dari buku Pendeta Arimasa Kubo tersebut. Ontohsai dan Kisah Ishaq Salah satu kesamaan antara tradisi kuno bangsa Jepang dengan Yahudi terdapat dalam upacara tradisional.

Ada sebuah festival atau upacara di Jepang yang mengilustrasikan kisah Ishaq. Di prefektur Nagano, Jepang, terdapat sebuah kuil besar Shinto bernama “Suwa-Taisha”. Shinto sendiri merupakan agama tradisional asli Jepang yang menyembah Amaterasu, Dewa Matahari, sama seperti bangsa Mesir kuno yang menyembah Dewa Ra, Dewa Matahari. Setiap tanggal 15 April, di Suwa-Taisha diadakan festival tradisional bernama “Ontohsai”. Festival ini menggambarkan kisah Ishaq seperti yang terdapat dalam Bab 22 Kitab Kejadian (Genesis), yaitu kisah mengenai Ibrahim yang hendak mengorbankan putranya sendiri, Ishaq. Festival “Ontohsai” ini diselenggarakan sejak zaman dahulu kala dan dianggap sebagai festival terpenting di “Suwa-Taisha”. Di sebelah kuil “Suwa-Taisha”, ada sebuah gunung bernama Gunung Moriya (dalam bahasa Jepang disebut “Moriya-san”). Penduduk di wilayah Suwa memanggil dewa Gunung Moriya dengan sebutan “Moriya no kami”, yang berarti “dewa Moriya”. Pada festival tersebut, seorang anak laki-laki diikatkan dengan tali pada sebuah pilar kayu, lalu ditempatkan di atas tikar bambu. Seorang pendeta Shinto menghampiri sang anak sambil menyiapkan sebilah pisau. Sebelum pisau itu diayunkan, tiba-tiba datang seorang pembawa pesan yang kemudian membebaskan anak lelaki itu dari ritual korban. Hal ini tentu saja mengingatkan kita pada kisah ketika Ishaq dibebaskan setelah malaikat datang pada Ibrahim. Ritual serupa juga terdapat dalam tradisi umat Islam yang dikenal dengan Iedul Adha, hanya dalam Islam yang akan dikorbankan oleh nabi Ibrahim adalah Ismail bukan Ishaq seperti pemahaman umat kristiani.

tradisi "ontohsai" di Jepang mirip loh ma keyakinan penyembelihan anak abraham di Agama Yahudi



Hanya saja, di Jepang, pada festival ini yang dikorbankan adalah 75 ekor rusa, yang satu di antaranya diyakini cacat kupingnya. Rusa ini dipercaya telah dipersiapkan oleh tuhan. Hal ini mungkin ada kaitannya dengan biri-biri jantan yang dipersiapkan tuhan dan kemudian dikorbankan setelah Ishaq bebas. Namun di zaman dahulu, penduduk berpikir bahwa kebiasaan pengorbanan rusa ini adalah hal yang aneh, sebab pengorbanan binatang bukanlah sebuah tradisi Shintoisme. Penduduk menyebut festival ini sebagai “festival untuk dewa Misakuchi”. “Misakuchi” mungkin berasal dari “mi-isaku-chi”. “Mi” berarti “besar”, “isaku” mungkin saja “Ishaq” (dalam bahasa Hebrew adalah “Yitzhak”), dan “chi” adalah sesuatu (semacam partikel-pen) yang dipakai untuk akhir suatu kata. Tampaknya penduduk Suwa menjadikan Ishaq sebagai dewa, mungkin karena pengaruh dari para kaum pagan. Kini upacara pengorbanan anak laki-laki dan pembebasannya tersebut tak lagi dipraktekkan, tapi kita di sana masih bisa melihat pilar kayu yang disebut “oniye-basira” yang berarti “pilar pengorbanan” (sacrifice-pillar). Kini penduduk menggunakan hewan tiruan sebagai pengganti bintang asli dalam melaksanakan pengorbanan. Bagi rakyat di zaman Meiji, lebih kurang satu abad silam, mengikat seorang anak laki-laki yang diikuti dengan pengorbanan binatang dianggap sebagai perbuatan biadab, dan kebiasaan tersebut dihentikan. Tapi festival itu sendiri hingga hari itu masih berlangsung. Upacara pengorbanan anak laki-laki tersebut dipertahankan hingga permulaan zaman Meiji. Masumi Sugae, seorang terpelajar Jepang dan pencatat perjalanan yang hidup di zaman Edo, lebih kurang dua abad silam, menuliskan catatan perjalanannya dan mencatat apa yang ia lihat di Suwa.

Catatan ini memperlihatkan keterangan detail mengenai “Ontohsai”. Catatan ini mengatakan bahwa upacara pengorbanan anak laki-laki dan pembebasannya tersebut, serta pengorbanan binatang, masih berlangsung pada zaman Sugae. Catatan Sugae ini tersimpan di museum dekat Suwa-Taisha. Festival ini dipertahankan oleh keluarga Moriya sejak zaman dahulu kala. Keluarga Moriya berpikir bahwa “Moriya-no-kami” (dewa Moriya) adalah dewa leluhur mereka. Dan mereka berpikir bahwa “Gunung Moriya” adalah tempat suci mereka. Nama “Moriya” mungkin berasal dari “Moriah” (dalam bahasa Hebrew adalah “Moriyyah”) yang juga terdapat dalam Injil kitab Kejadian 22: 2. Keluarga Moriya menyelenggarakan festival tersebut selama 78 generasi. Fleur du Herod Jika kita mendatangi Imperial House of Japan, di bagian atas akan kita jumpai simbol bunga matahari dengan 16 daun bunga. Simbol bunga ini sama persis dengan simbol bunga matahari yang ada di depan Kuil Herod, gerbang Yerusalem. Kedua hiasan ini telah ada sejak zaman yang sangat lampau, baik yang ada di Jepang maupun yang ada di Herod.

lambang bunga matahari 16 daun jepang mirip ma lambang bunga matahari Yahudi di gerbang Herod loh


Simbol Bintang David sebagai simbol kuno bangsa Yahudi juga bertebaran di Ise-jingu, kuil Shinto untuk Imperial House of Japan. Ise-jingu di prefektur Mie, Jepang, merupakan sebuah kuil Shinto yang dibangun untuk Imperial House of Japan. Pada kedua sisi jalan menuju kuil tersebut terdapat lampu-lampu yang terbuat dari batu. Di setiap lampu terdapat ukiran bintang david, dekat bagian puncaknya. Hiasan yang digunakan di bagian dala m kuil di Ise-jingu juga bintang david. Ini telah ada sejak zaman kuno. Di prefektur Kyoto, ada kuil “Manai-Jinja”, sebuah Kuil Ise-jingu asli. Bentuk bintang david juga berserak di kuil ini. Sinagog-sinagog bangsa Yahudi yang tersebar di Eropa sejak zaman dulu juga mengukir hiasannya dengan bentuk bintang david, sama seperti yang ada di Jepang. Yamabusi dan Phylactery Para pemimpin religi Jepang disebut “Yamabushi”. Dalam pakaian kebesarannya, mereka lazim meletakkan sebuah kotak hitam pada dahi mereka. Ini sama dengan kaum Yahudi yang meletakkan Phylactery (kotak kecil berbahan kulit yang memuat teks-teks Ibrani) juga di dahi. Yamabushi adalah pemimpin keagamaan yang sedang dalam masa latihan dan hanya ada di Jepang. Mereka kini dianggap sebagai bagian dari Budhisme Jepang, namun anehnya Budhisme di Cina, Korea, atau India, tidak memiliki kebiasaan ini.

tradisi niup terompet Jepang ma Yahudi.... mirip


Kebiasaan “Yamabushi” telah ada di Jepang sebelum Budhisme masuk ke Jepang pada abad ke-7. Pakaian yang dikenakan “Yamabushi” pada dasarnya berwarna putih. Di dahinya, mereka meletakkan sebuah boks kecil berwarna hitam yang disebut “tokin”, yang diikatkan ke kepalanya dengan tali hitam. Mereka benar-benar menyerupai Yahudi yang meletakkan phylactery (kotak hitam) di dahi dengan menggunakan tali hitam. Ukuran “tokin” ini hampir sama dengan ukuran phylactery milik kaum Yahudi. Tapi “tokin” berbentuk bundar dan terlihat seperti bunga. Hanya ada dua bangsa di dunia ini yang meletakkan sebuah kotak di dahi, yakni Israel dan Jepang. Shofar, terompet Yahudi Selain mengenakan kotak di dahi, Yamabusi juga biasa menggunakan kerang laut berukuran besar berbentuk mirip dengan tanduk yang digunakan dengan cara ditiup untuk ritual-ritual keagamaan. Hal ini sangat mirip dengan kaum Yahudi yang meniup shofar, tanduk biri-biri jantan. Suara yang dihasilkan Yamabusi serupa dengan suara shofar. Bisa jadi, karena di Jepang tidak ada biri-biri, maka mereka menggunakan kerang berukuran besar.

Keyakinan lain dari Yamabusi adalah menganggap gunung sebagai tempat suci mereka. Ini sama dengan kepercayaan bangsa Yahudi yang menganggap gunung juga tempat suci mereka. Sepuluh Perintah Tuhan (Taurat) diturunkan di Gunung Sinai dan Yerusalem juga adalah kota yang berada di atas gunung. Torah dan Tora-No-Maki Di Jepang ada legenda mengenai “tengu”. Dia tinggal di gunung dan memiliki bentuk tubuh yang sama dengan “Yamabushi”. Ia memiliki kemampuan supernatural. Ninja atau mata-mata di zaman kuno yang bekerja untuk tuannya, sering mendatangi “tengu” di gunung untuk mendapatkan kemampuan supernatural darinya. Setelah memberikan kekuatan, “Tengu” memberi “Ninja” sebuah “tora-no-maki” (gulungan “tora”). “Gulungan tora” ini dianggap sebagai “kitab suci” yang berguna dalam setiap masalah. Sampai sekarang orang Jepang masih menggunakan kitab ini dalam keseharian. Tota-No-Maki amat mirip dengan nama “Torah” atau Taurat. Omikoshi dan Tabut Perjanjian Omikoshi di Jepang juga mirip dengan Ark of the Covenant (Tabut Perjanjian). Dalam Bibel, tertulis bahwa Daud atau David membawa tabut perjanjian dari Tuhan ke Yerusalem. “David dan para sesepuh Israel serta para komandan unit yang berjumlah ribuan pergi membawa tabut perjanjian TUHAN dari rumah Obed-Edom, dengan penuh kegembiraan. …Lalu David yang berpakaian jubah yang terbuat dari linen halus—begitu pula para Levites yang sedang membawa tabut, serta para penyanyi, dan Keniah, yang bertugas menyanyikan paduan suara. David juga mengenakan ephod dari linen.

Jadi semua Israel membawa tabut perjanjian TUHAN sambil bersorak-sorai, dengan membunyikan tanduk biri-biri jantan dan terompet, dan simbal, serta memainkan lyre (instrumen bersenar yang berbentuk U, digunakan di zaman kuno-pen) dan harpa.” (15: 25-28) Coba bandingkan dengan Omikoshi di Jepang. Ketika orang-orang Jepang mengangkut ‘Omikoshi’ yang bentuknya juga mirip dengan Tabut Perjanjian di saat festival, orang-orang Jepang juga bernyanyi dan menari di depannya, juga sambil bersorak-sorai, dengan memainkan alat-alat musik tradisional musik. Bukankah semua ini juga mirip dengan tradisi bangsa Yahudi? Orang-orang Jepang mengangkut Omikoshi di atas pundak mereka dengan tiang – biasanya dua tiang. Begitu pula halnya dengan bangsa Yahudi, “Para Levites mengangkut tabut Tuhan dengan tiang di pundak mereka, seperti yang diperintahkan Musa berdasarkan firman TUHAN.” (Kejadian 1 15:15). Tabut perjanjian Israel memiliki dua tiang (Eksodus 25: 10-15). Bibel juga mengatakan bahwa tiang-tiang tersebut diikatkan pada tabut oleh empat cincin “pada keempat kakinya” (Eksodus 25:12). Jadi tiang-tiang tersebut dilekatkan pada dasar tabut. Ini sama dengan Omikoshi. Tabut Israel memiliki dua patung cherubim (malaikat urutan kedua pada hirarki surga) berbahan emas pada bagian puncaknya. Cherubim, mahluk surga atau malaikat bersayap seperti burung.

Dan Omikoshi juga memiliki burung emas, yang disebut “Ho-oh”, pada bagian puncaknya, yang merupakan burung khayalan dan makhluk surga yang misterius. Tabut bangsa Yahudi seluruhnya dilapisi emas, sama dengan Omikoshi. Ukuranya juga sama, demikian pula tarian yang mengiringinya. Dalam festival “Gion-jinja” di kuil Shinto di Kyoto, orang-orang mengangkut Omikoshi lalu masuk ke dalam air dan menyeberangi sungai. Bukankah ini mirip dengan tradis Yahudi yang mengangkut tabut ketika menyeberangi sungai Jordan setelah melakukan eksodus dari Mesir? Di sebuah pulau di Laut Inland, Seto, Jepang, orang-orang terpilih sebagai pengangkut Omikoshi tinggal bersama di sebuah rumah selama satu minggu sebelum mereka bekerja. Ini untuk mencegah pencemaran pada diri mereka. Selanjutnya, pada hari sebelum mengangkut Omikoshi, mereka mandi dalam air laut untuk menyucikan diri. Ini sama dengan kebiasaan Yahudi, “Demikianlah para pendeta dan Levites menyucikan diri mereka untuk membawa tabut Tuhan Israel.” (Kejadian 1 15:14) Bibel mengatakan bahwa setelah tabut memasuki Yerusalem dan barisan berhenti; “David membagikan sepotong roti, sepotong daging, dan sepotong kue kismis, kepada setiap orang Israel, baik laki-laki maupun perempuan” (Kejadian 1 16:3).

Ini sama dengan kebiasaan di Jepang. Di Jepang, setelah festival selesai, gula-gula dibagikan kepada setiap orang. Garam Orang Jepang memiliki kebiasaan menggunakan garam untuk ritual penyucian. Penduduk terkadang menaburkan garam setelah orang jahat beranjak pergi. Tradisi ini serupa dengan Israel kuno. Alkisah, setelah Abimelech merebut kota musuh, “ia menaburinya dengan garam” (Para Hakim 9:45). Orang Jepang dapat cepat memahami bahwa ini sama artinya dengan membersihkan dan menyucikan kota. Ketika orang Yahudi menempati rumah baru, mereka menaburinya dengan garam untuk menyucikan dan membersihkannya. Ini sama dengan orang Jepang. Di restoran khas Jepang, garam biasanya diletakkan di dekat pintu masuk. Orang Jepang juga meletakkan garam di pintu masuk pemakaman. Setelah kembali dari pemakaman, seseorang harus menaburkan garam kepada seseorang yang lain sebelum ia (orang yang ditaburi garam) memasuki rumahnya, karena dalam agama Shinto terdapat anggapan bahwa semua orang yang pergi ke pemakaman atau menyentuh mayat menjadi tidak bersih.

Demikian pula dengan bangsa Yahudi. Sumo atau pegulat tradisional Jepang biasa menaburi ringnya dengan garam sebelum mereka bertarung. Sumo dalam kepercayaan Jeang merupakan satu persembahan. Ini serupa dengan kebiasaan yang dilakukan bangsa Yahudi sebagaimana Bibel mengatakan, “Saat kau melakukan persembahan, kau harus mempersembahkan garam” (Leviticus 2:13). Tradisi kuo Jepang biasa memasukkan garam ke air saat mandi pertama bayi. Demikian pula dengan orang Yahudi yang lazim membasuh bayi yang baru lahir dengan air setelah menggosok sang bayi dengan garam secara lembut (Ezekiel 16:4). Penyucian dan pembersihan dengan menggunakan garam merupakan kebiasaan umum yang terdapat dalam tradisi Jepang dan Yahudi.  

Assasin : Ninja Arab pembunuh profesional

Kamis, 15 Desember 2011

Pernah denger tentang Assasin? Mungkin buat lo yang maniak game ada tuh game assassin. Ya selama ini kita tau kalau assassin itu pembunuh bayaran yang keren. Iya kan? Tapi gak banyak dari kita yang tau kalau sebenarnya assassin itu bukan imajinasi macem serial naruto melainkan kisah nyata. Assasin itu para “ninja” dari Arab yang banyak membunuh para penjabat kerajaan di Arab tempo dulu. Saking terkenalnya kemampuan assassin sampai Eropa pun mengadopsi Assasin ini jadi perbincangan hangat di dataran biru itu bahkan jadi kosa kata baru dalam bahasa Inggris sampai sekarang ( dalam bahasa Inggris, Assasin : perampok, pembunuh). Ya… sampai sekarang.

visualisasi assassin... creed assassin



Apa Assasin itu?

Assasin adalah sebuah gerakan poltik yang memiliki kemampuan khusus dalam membunuh dan menyelinap. Didirikan oleh Hasan bin Shabah. Pemikiran mereka mirip dengan sekte Isma’iliyah Fathimiyah Masyriqiyah. Mereka juga percaya tentang doktrian messianic. Target mereka kebanyakan pejabat-pejabat yang gak sepaham dengan mereka, terutama dari golongan sunni. Assasin berasal dari kata ‘Hasyasyin’ dari kata ‘Hasyisy’ yang artinya ganja.

Hasan bin shabah... pendiri assassin

Gimana seh sepak terjang Assasin?

Zaman dulu, ada golongan dari Islam yang ogah tunduk ke kekuasaan Abbasiyah di Baghdad dan mereka lebih memilih jadi rebellion . Tapi mereka bukan kaum rebellion sembarangan kayak anak punk yang nongkrong di jalan-jalan, tapi mereka bikin diri mereka jadi kaum yang punya teknik membunuh yang hebat dan memberontak ke kekuasaan Abbasiyah. Yang mendirikan Assasin ini namanya Hasan bin Shabah. Hasan bin Shabah ini punya pemikiran yang beda dengan orang Islam kebayakan. Dia, percaya kalau sebenarnya yang sah berkuasa itu bukan raja-raja dinasti Abbasiyah tapi keturunan Ali bin Abi Thalib (menantu Muhammad SAW). Dia percaya kalau sebentar lagi Imam Al-Mahdi yang kalau dalam ajaran Islam itu sang penolong Umat Islam di akhir zaman bentar lagi akan datang ( kenyataannya sampai sekarang aja belum datang, padahal kan kalau Al-Mahdi udah datang, era kebebasan dajjal dari biara merah Khurasan akan tiba. Berarti pemikiran hasan bin Shabah itu ngaco). Karena itu dia percaya kalau kiamat udah makin dekat. Trus, Hasan Bin Shabah ini pergi ke benteng Alamaut di Iran sekarang dan dia mulai merekrut pasukan-pasukan yang bakal dia bentuk jadi ninja. Pasukan-pasukan ini kebayakan dari orang-orang melarat yang begah dengan pejabat-pejabat yang kaya raya. Pas udah jadi, pasukan ini dikasih nama Hasyasyin, oleh orang barat dipanggil assassin.

Kenapa dikasih nama Hasyasyin? Sebenarnya kata Hasyasyin ini asalnya dari kata Hasisy yang artinya ganja. Ya karena assassin ini hobi banget nyimeng. Lo tau lah… kursus membunuh itu berat banget apalagi mereka itu bakal dibentuk jadi pasukan elit yang harus bisa membunuh dengan rapi, efisien, dan kabur dengan cepat. Makanya mereka kalau abis latihan mereka pada nyimeng. Pas lagi nyimeng itulah mereka ngerasa lagi ada di surga yang dikelilingi oleh bidadari-bidadari padahal kenyataannya mereka ada di goa, dan yang mereka liat bidadari itu sebenarnya tawanan-tawanan wanita yang mereka taruh di goa, ya walau tawanan mereka itu juga cantik-cantik. Dasar.

gambar assassin


Nah senjata utama mereka itu pisau arab yang namanya ‘khanjar’. Mereka jago manjat gedung, menara, masjid, istana, dan punya kemampuan menyusup yang hebat. Nah, di bawah perintah Hasan bjn Shabah, assassin dikirim ke daerah-daerah yang banyak pejabat yang mau mereka bunuh. Hasilnya, banyak pejabat yang mati di jalan raya, atau dalam istanya dengan tidak diketahui oleh orang-orang sekitarnya siapa yang membunuhnya. Teror Assasin ini bikin dua Negara, yakni Abbasiyah dan Turki Seljuk yang gede banget itu mencekam. Akhirnya setelah dilakukan penyelidikan-penyelidikan, Sultan Sanjar tau kalau Assasin itu pasukan pembunuh dari Hasan Bin Shabah dan markas mereka itu di benteng Alamaut ( btw ni benteng tempatnya di puncak gitu kayak kastil). Nah akhirnya si sultan ini memerintahkan pasukannya menyerang benteng Alamaut ini. Udah berkali-kali nyerang tapi pasukan sang sultan gak berhasil juga mengalahkan assassin di benteng Alamaut karena secara individu, skill pasukan sultan dan para Assasin itu jauh banget. Jelas para Assasin lebih hebat kemampuannya.

Sampai pada suatu saat ketika sang sultan tidur di kemahnya ketika dalam misi menyerbu benteng Alamaut untuk yang kesekian kali, dia kaget pas bangun dari tidur. Dia mendapati sebuah khanjar telah menancap di kasur dekat jantungnya, dan pada gagang Khanjar itu ada secarik kertas yang isinya “Jangan diteruskan peperangan ini. Karena kalau kami bermaksud hendak membunuh tuan, tidak ada satu kekuatan yang dapat menghalangi”. Teknik membunuh assassin emang keren, missal mereka pernah membunuh satu menteri, kemudian sang assassin tersebut sengaja membiarkan dirinya tertangkap dan mengatakan kalau ada 13 menteri yang menjadi dalang pembunuhan tersebut dan walhasil 13 menteri tersebut dibunuh, padahal 13 menteri itulah yang setia pada sultan dan memang 13 menteri itu yang jadi target utama assassin bukan satu menteri yang dibunuh di awal.

Setelah Hasan bin Shabah wafat, Assasin masih sempet jaya untuk beberapa decade tapi setelah beberapa lama, kemampuan membunuh mereka makin menurun karena udah gak ada tokoh yang kuat seperti Hasan bin Shabah. Akhirnya mereka bisa dikalahkan oleh bangsa mongol dan juga oleh pasukan Dhohir bebris. Sekarang golongan kecil assassin masih ada di Iran, Syria, dan di Negara-negara bekas Uni Sovyet tapi jelas kemampuan membunuh mereka udah jauh melemah gak kayak dulu.